Surabaya (beritajatim.com) – Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) Jawa Timur menggelar demonstrasi di kantor DPRD Provinsi Jatim, Senin (12/8). Menyoroti ‘Dasa Dosa Joko Widodo Borok Jatim’ selama 10 tahun menjabat jadi Presiden RI
Ratusan mahasiswa dari berbagai almamater itu menyerukan tuntutan atas permasalahan reklamasi Waterfront Land Kenjeran, petani pakel, pemberantasan HAM Tragedi Kanjuruhan, dan UU Polri.
“Kami (BEM SI), memang mengusung Dasa Dosa Jokowi: Borok Jatim membawa tiga tuntutan isu. Yang mana konflik Agraria, pemberantasan HAM sama reformasi di institusi,” terang Ketua BEM SI Jatim Aulia Thaariq Akbar, Senin (12/8/24) siang.
Thaariq menjelaskan, tuntutan untuk pemerintah di wilayah Jatim diantaranya soal reklamasi Waterfornt Land di Surabaya, konflik petani pakel di Banyuwangi dan juga penyelesaian HAM kasus Kanjuruhan
“Di Surabaya soal reklamasi Waterfornt Land, lalu petani pakal, terus ada soal pemberantasan HAM, di mana teman teman (mahasiswa) Malang hadir dari Polinema, UB, UM membawa isu Kanjuruhan,” jelas dia.
Aksi mahasiswa di halaman Gedung DPRD Jatim itu diikuti oleh perwakilan BEM SI se- Jawa Timur. Kata dia, menagih janji kesepahaman agar DPRD Jawa Timur sepakat menyelesaikan kasus kasus tersebut.
“Dari tuntutan yang kita bawakan. Jadi kita ingin memastikan mereka (dewan DPRD Jatim) bertandatangan secara kelembagaan, komitmen untuk mengawal isu isu ini,” tandas Aulia Thaariq.
Sementara, Hari Putri Lestari salah satu Anggota DPRD Jawa Timur menemui massa aksi tersebut menyampaikan, dirinya akan menampung segala aspirasi mahasiswa dan membantu meneruskan ke anggota dewan yang lain, sesuai tugas komisi.
“Ini masa masa penggodokan pengesahan APBD, saya bersedia berdiskusi dan mengantarkan anda teman – teman (mahasiswa), kalau masih kurang puas,” terang Tari, anggota DPRD Jatim Komisi A itu. (ted)






