Bojonegoro (beritajatim.com) – Suhu dingin cukup terasa di Kabupaten Bojonegoro sejak tadi malam. Bahkan masih terasa hingga pagi hari.
Suhu dingin tersebut menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) karena memasuki musim kemarau.
Seperti pada Senin (12/8/2024) sekitar pukul 06.00 WIB dalam aplikasi pengukur suhu, AccuWeather di smartphone suhu dingin menyentuh angka 21 derajat celcius dengan kelembaban 73 persen.
Suhu dingin juga dirasakan Rini, salah seorang warga Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Ia merasa kedinginan saat hendak berangkat ke pasar untuk membeli sayur. Sehingga, terpaksa harus menggunakan jaket tebal.
“Harus pakai jaket tebal kalau mau naik motor, itu pun masih terasa dingin saat naik motor tadi,” ujarnya.
Sementara Kepala BMKG Tuban, Zem Irianto mengatakan, udara dingin yang terjadi saat malam hari di musim kemarau itu wajar dan biasa terjadi setiap tahunnya.
Hal itu seperti yang biasa disebut oleh masyarakat dengan istilah bediding. Suhu dingin itu, menurutnya, disebabkan oleh pergerakan angin yang membawa massa udara dingin Australia ke wilayah Indonesia (angin timuran).
“Dari pantauan Citra Radar dan Satelit hari kemarin hingga tadi pagi memang terlihat bahwa cakupan awan di wilayah Bojonegoro sangat sedikit (merata di seluruh Kabupaten) yang menandakan cuaca cerah mulai pagi hingga malam,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Zem, radiasi matahari yang dipancarkan ke permukaan bumi langsung dipantulkan kembali ke angkasa tanpa adanya penghalang (tidak ada awan), sehingga saat malam hari tiba udara dingin akan terasa karena tidak ada penyimpanan panas di permukaan bumi. [lus/ted]






