Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, meminta kepada pengurus PKB baik ditingkat dan cabang tetap tenang, mengikuti perkembangan dengan baik dan bertindak objektif melihat dinamika yang terjadi sekarang.
Hal itu menyikapi banyaknya gelombang laporan yang dilakukan para kader PKB mulai pusat sampai wilayah hingga cabang yang melaporkan mantan Sekjen PKB Lukman Edy terkait pernyataannya ke polisi. Tindakan mobilisasi tersebut sangat disayangkan oleh Walikota Pasuruan itu.
“Seharusnya upaya memobilisasi ini tidak dilakukan, mengingat para pengurus PKB di tingkat wilayah atau pun cabang sedang sibuk memobilisasi kekuatan menjelang Pilkada serentak,” ujarnya, Sabtu (10/8/2024).
Menurut dia, dengan adanya mobilisasi pelaporan Lukman Edy ke polisi ini bisa menambah beban bagi pengurus PKB wilayah dan cabang. Untuk itu, Gus Ipul meminta kepada pengurus PKB di wilayah atau cabang tidak ikut, tidak masuk dalam urusan ini.
Sebab, yang dilakukan PBNU adalah memberikan catatan penting untuk elit DPP PKB yang sekarang. PBNU tidak memberi sanksi kepada wilayah atau cabang, tapi pengurus pusat yang dikoreksi serius.
“Yang di wilayah atau cabang, tenang saja. Karena saya sendiri pun banyak mendapatkan laporan kalau komunikasi pengurus PKB dan NU di daerah baik-baik saja, ya yang aneh di DPP itulah,” terangnya.
Dia tidak mempermasalahkan laporan yang dilayangkan kader PKB kepada mantan Sekjen PKB, tapi tidak perlu sampai dimobilisasi dan digerakkan wilayah atau cabang untuk ikut melapor.
“Itu memang haknya, tapi sekali lagi kalau alasannya memang kuat ya sah-sah saja. Dan tidak perlu sampai ke daerah seperti ini digerakkan. Cukup laporan di pusat, kan bisa,” tambah Gus Ipul.
Sekali lagi, Gus Ipul menandaskan, Ia hanya mengkritik keputusan elit PKB yang sering mencampuri dan masuk ke dalam keputusan PBNU. Padahal, yang perlu disadari bersama bahwa PKB itu didirikan oleh PBNU. “Dan itu jangan diingkari,” pungkasnya. [lus/ian]






