Malang (beritajatim.com) – Rapat Koordinasi (Rakor) Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, membahas evaluasi kegiatan pendampingan penanganan stunting untuk kuartal ketiga dan penyusunan teknis pendampingan stunting pada kuartal keempat tahun 2024.
Rakor ini dihadiri oleh Kader Pembangunan Manusia dari berbagai desa di Kecamatan Karangploso. Dalam rakor tersebut, dibahas tentang progres signifikan yang telah dicapai oleh Kecamatan Karangploso dalam penanganan stunting selama tahun 2024.
Dimana pada tahun sebelumnya, salah satu desa di wilayah ini sempat menjadi lokus stunting. Namun, pada tahun 2024, status lokus tersebut berhasil diatasi, menandakan kemajuan yang positif dalam upaya penanganan stunting di Karangploso.
Hetty Marlina, Koordinator Pendamping Desa yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya dokumen perencanaan yang strategis dan taktis dalam penanganan stunting.
“Penanganan stunting membutuhkan dokumen perencanaan yang strategis dan taktis, sehingga intensitas komunikasi dan koordinasi antar Kader Pembangunan Manusia perlu diselenggarakan secara rutin sebagai sarana mengakomodasi bahan dan masukan dalam menyusun dokumen rencana kerja bagi internal KPM dan desa,” ujar Marlina, Jumat (9/8/2024).
Rakor kali ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya, karena turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Kabupaten Malang, Hendri Khaerudin. Selain memberikan motivasi, Hendri juga memberikan bimbingan teknis terkait percepatan input data melalui aplikasi EHDW, yang merupakan aplikasi identifikasi stunting yang dikelola oleh Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen PPMD, dan Kementerian Desa.
Di penghujung acara, Yus Fatulloh Akbar, Tim Pendamping Desa, menegaskan pentingnya persiapan sumber daya manusia sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Sumber daya utama yang harus disiapkan adalah kualitas generasi mudanya, maka gerakan membangun sumber daya manusia sejak dini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sinergis, strategis, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan strategi dalam penanganan stunting di Karangploso, serta menjadi landasan yang kuat untuk penyusunan rencana kerja Kader Pembangunan Manusia pada tahun 2025. (yog/ian)






