Malang (beritajatim.com) – Kelompok Kajian (KK) Wargakarta Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan sekolah keragaman. Acara ini diadakan dalam rangka mengkampanyekan kehidupan multikultural dan inklusif di lingkungan masyarakat Malang Raya.
Ketua Program Sekolah Keragaman (SK), Dr. Sigit Prawoto, mengatakan bahwa kegiatan ini membawa misi membangun kehidupan masyarakat inklusif. Pihaknya ini merangkul berbagai kalangan pemangku kepentingan di wilayah Malang Raya.
Sekolah Keragaman adalah program unggulan yang diluncurkan oleh KK Wargakarta sejak 2020 sebagai wadah pemberdayaan masyarakat (community development) dalam bentuk pengolahan keragaman dan multikulturalisme di berbagai lingkup kelompok masyarakat.
Dr. Sigit menceritakan bahwa pada tahun pertama (2020/2021), KK Wargakarta mengimplementasikan penguatan nilai-nilai multikulturalisme pada matakuliah Pancasila di lingkungan UB. Pada tahun kedua (2022/2023) melakukan kegiatan promosi praktik baik yang dilaksanakan di lima desa di Malang Raya dengan melibatkan tokoh masyarakat sebagai mitra kerja.
Kemudian Pada SK3 (2023/2024), KK Wargakarta menjalin kerja sama dengan tiga sekolah percontohan, yakni SMA 1 Batu, SMA 4 Malang, dan SMA 1 Kepanjen. Acara ini menempatkan para guru dan siswa sebagai pelaku utama dalam kegiatan pendidikan inklusi.
“Dari program tersebut, kami telah berhasil meletakkan model kehidupan multikultural di beberapa kelompok sasaran, dengan luaran berupa modul, buku, panduan, video dokumenter, seminar, media pembelajaran, dan artikel ilmiah yang dapat dilihat di website kami (https://sekolahkeragaman.id. red),” ujar Dr. Sigit.
Sekolah Keragaman (SK) sudah diadakan sejak masa pandemi Covid-19 hingga 2024 ini dengan melibatkan kelompok mitra-sasaran program yang berbeda-beda. SK1 bersama Mahasiswa, SK2 masyarakat Desa dan SK3 dengan masyarakat Sekolah Menengah Umum. Program ini juga telah membangun jejaring lintas instansi.
Dr. Hipolitus H Keweul selaku ketua KK Wargakarta mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini adalah bentuk tanggung jawab akademik dan sosial. Kegiatan ini sebagai perwujudan olah pikir dan perenungan dari setiap dosen yang tergabung dalam KK Wargakarta ini.
“Kami KK Wargakarta berkeinginan menggelar sebuah aktivitas publik yang diberi nama Sarasehan Refleksi Empat Tahun Program Sekolah Keragaman: Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Komunitas Inklusif,” ujarnya saat acara yang digelar di Aula lantai 2 Gedung A FIB UB pada Jumat (9/8/2024).
Dijelaskan Hipolitus acaranya dalam bentuk showcase atau diseminasi berjalannya Program Sekolah Keragaman dari tahun 2020 hingga 2024. Disampaikan juga capaian dalam mengkampanyekan kehidupan multikultural dan inklusif di lingkungan masyarakat Malang Raya.
“Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa mata acara pokok yaitu pemutaran film dokumenter Sekolah Keragaman 1, 2, dan 3. Kemudian presentasi interaktif (performative lecture) dari Tim Wargakarta, lalu diskusi dan dialog tentang keberlanjutan semangat Sekolah Keragaman dengan elemen masyarakat terkait,” ungkapnya.

“Kami berharap Program Sekolah Keragaman dapat membangun potensi jaringan untuk memperluas kerja sama dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis multikulturalisme, inklusivisme, dan kesetaraan, serta terwujudnya praktik baik dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat,” ungkap Dr. Hipo.
Dekan FIB UB, Hamamah, Ph.D., menyampaikan salam hangatnya, diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, Nanang Endrayanto, M.Sc. Menurutnya SK dapat membangun masyarakat yang berkebhinekaan, multikulturalisme, berkeadilan, bisa menjadi fokus.
“Kami, FIB UB, mengucapkan banyak terima kasih, terutama kepada USAID dan tim yang telah mendukung kegiatan dari KK Wargakarta, bahkan ini sampai yang keempat kali. Tentu saja upaya untuk membangun masyarakat yang berkebhinekaan, multikulturalisme, berkeadilan, bisa menjadi fokus yang sangat penting bagi fakultas kami,” ucapnya.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. menyampaikan terima kasih kepada USAID, khususnya kepada Tim Harmoni USAID atas dukungan yang sangat berharga terhadap kegiatan Tri Dharma di UB. Dan dukungan yang diberikan bukan hanya memperkuat kapasitas institusi (UB).
Pihaknya juga membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan masyarakat dan pendidikan Indonesia. Pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas inisiatif ini agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.
“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, dan kami berharap dapat terus berjalan dan berkembang, serta membawa manfaat yang lebih besar ke depannya. Dengan semangat yang sama, kami juga berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas inisiatif ini agar dapat memberikan dampak yang lebih luas dan positif bagi masyarakat,” ucap Prof. Widodo. [dan/suf]






