Ponorogo (beritajatim.com) – Sejak terpilih sebagai SMK Pusat Keunggulan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi, SMK Kesehatan Bina Karya Medika Ponorogo terus menggencarkan berbagai program yang mendukung pengembangan sekolah sebagai sekolah penggerak.
Salah satu program unggulannya adalah pelatihan membuat kerajinan anyaman tas cantik. Program pelatihan itu, dilaksanakan untuk menguatkan kewirausahaan di kalangan siswa.
Pelatihan ini melibatkan 12 guru dan 50 siswa-siswi sebagai perwakilan dari berbagai jurusan di sekolah. Kegiatan yang dilakukan di Aula Laboratorium Asisten Keperawatan dan Caregiver ini, menghadirkan pengusaha lokal yang sukses di bidang kerajinan anyaman tas dari plastik.
“Kegiatan ini penting untuk menanamkan jiwa kewirausahaan kepada para siswa,” kata Kepala SMK Kesehatan Bina Karya Medika Ponorogo, Devita Sari, Jumat (09/08/2024).
Devita mengungkapkan bahwa dengan perkembangan zaman yang begitu cepat seperti saat ini, sekolah harus mampu menyiapkan siswa-siswinya untuk siap menghadapi tantangan global. Dengan pelatihan ini, bukan tidak mungkin kelak mereka dapat mendirikan usaha sendiri. Terlebih lagi, nantinya akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
“Dengan perkembangan zaman saat ini, kita harus mampu menyiapkan anak-anak kita untuk siap menghadapi tantangan global. Bahkan, kelak mereka dapat mendirikan usaha sendiri yang tentunya akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum (WAKAKUR) Pegi Pradika Mudayanti. Ia menyebutkan, meskipun sekolah ini fokus pada bidang kesehatan, namun penting untuk mengenalkan siswa pada peluang berwirausaha. Sebab, jika sudah terjun di masyarakat, bisa saja mereka bekerja tidak sesuai dengan jurusannya saat di sekolah. Tetapi, bisa jadi bekerja berdasarkan hobi yang digelutinya selama ini. Sebab, hal tersebut biasanya yang membuat pekerjaan menjadi menyenangkan.
“Tidak ada salahnya mengenalkan anak-anak tentang pentingnya memiliki usaha sendiri. Bahkan jika nanti mereka bekerja tidak sesuai dengan jurusannya tetapi berdasarkan hobinya, tentu akan menyenangkan,” katanya.
Menurut Pegi Pradika, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan jiwa kewirausahaan siswa melalui Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Dengan adanya berbagai program inovatif seperti pelatihan anyaman tas cantik ini, diharapkan para siswa dapat memiliki keterampilan tambahan yang berguna bagi masa depan mereka, baik dalam dunia kerja maupun dalam membangun usaha sendiri. “Kami mendukung anak-anak untuk bisa bekerja sendiri tanpa harus melamar pekerjaan setelah lulus,” pungkasnya. (end/kun)






