Banjarbaru (beritajatim.com) – Jika Anda mencari variasi kuliner yang unik dan menyehatkan, telur asin herbal dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bisa menjadi pilihan yang tepat. Berbeda dengan telur asin biasa, telur asin herbal memiliki aroma khas yang dihasilkan dari campuran berbagai jenis kayu dan dedaunan lokal, membuatnya semakin menggugah selera.
Cita Rasa dan Keunggulan Telur Asin Herbal
Telur asin herbal dikenal karena keunggulannya yang rendah lemak dan daya tahan yang lebih lama. Telur ini dapat bertahan hingga sembilan hari tanpa perlu disimpan di lemari pendingin. Proses pembuatan yang melibatkan ramuan herbal khas menjadikan telur asin ini tidak hanya lezat, tetapi juga lebih sehat.
“Kami siap memasarkan telur asin herbal ini, karena mereka yang sudah mencoba, banyak yang ketagihan,” kata Mugniansyah (53) yang merupakan penyandang disabilitas netra didampingi istrinya, Nurhayani (48) yang juga low vision.
Dari Terapi Pijat ke Bisnis Kuliner
Di balik kesuksesan telur asin herbal ini adalah Mugniansyah (53), seorang penyandang disabilitas netra, dan istrinya, Nurhayani (48), yang juga low vision. Sebelum pandemi Covid-19, Mugniansyah bekerja sebagai tukang pijat di rumahnya di Perumahan Disabilitas Netra Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru. Namun, ketika pandemi melanda dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan, bisnis pijatnya terpaksa terhenti.
Dalam situasi sulit ini, Mugniansyah mengikuti pelatihan pembuatan telur asin herbal di Kota Banjarbaru. Dengan bekal pengetahuan dari pelatihan tersebut, ia dan istrinya memulai usaha telur asin herbal. Meski menghadapi kendala dalam pemasaran dan pendampingan usaha, mereka terus berjuang untuk mengembangkan produk mereka.

Dukungan dari Kementerian Sosial
Melihat potensi yang dimiliki Mugniansyah, Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru memberikan dukungan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Bantuan yang diberikan berupa peralatan dan bahan pembuatan telur asin, seperti kompor gas, panci, batu bata, garam, dan telur bebek. Sentra Budi Luhur juga membantu dalam aspek pemasaran, termasuk pembuatan label merek dan penyediaan ponsel bicara untuk mendukung pemasaran online.
“Ini selaras dengan misi Menteri Sosial Tri Rismaharini, bahwa Kementerian Sosial berkomitmen untuk membantu penyandang disabilitas agar mandiri dan keluar dari kemiskinan,” kata Cecep Sutriaman, Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru.
Proses Pembuatan Telur Asin Herbal
Proses pembuatan telur asin herbal memakan waktu sekitar 10 hari. Mugniansyah dan istrinya mampu mengolah hingga 6 rak atau sekitar 180 butir telur bebek menjadi telur asin herbal yang dijual seharga Rp5.000 per butir. Dari usaha ini, Mugniansyah bisa meraih keuntungan bersih sebesar Rp1,5 juta per bulan.
Langkah pertama dalam pembuatan adalah membersihkan dan menggosok telur untuk membuka pori-pori agar garam dan ramuan herbal dapat meresap dengan baik. Ramuan herbal terdiri dari campuran dedaunan dan kayu pilihan yang direbus hingga menghasilkan air rebusan berwarna merah. Setelah itu, telur dibaluri dengan campuran garam, ramuan herbal, dan bata merah yang sudah dihaluskan, lalu didiamkan selama 10 hari. Setelah masa perendaman, telur dibersihkan dan dikukus selama 2,5 jam sebelum siap dipasarkan.
Meningkatkan Kapasitas dan Inovasi
Kementerian Sosial terus mendampingi para penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan mereka melalui kewirausahaan. Selain itu, berbagai inovasi dilakukan agar pekerjaan yang dapat dilakukan penyandang disabilitas tidak hanya terbatas pada profesi tertentu. Mugniansyah dan istrinya adalah contoh nyata bagaimana inovasi dalam produk telur asin herbal dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Telur asin herbal dari Banjarbaru ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol ketahanan dan kreativitas dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan rasa yang enak dan aroma khas yang menggugah selera, telur asin herbal layak untuk dicoba dan dinikmati. Apakah Anda siap mencoba sensasi baru ini? [beq]






