Banyuwangi (beritajatim.com) – Kandidat bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banyuwangi mulai menemui titik terang. Bahkan, hasil pantauan sementara mengerucut pada sejumlah sosok tertentu.
Beberapa nama memang santer terdengar mencalonkan diri sebagai pemimpin Banyuwangi ke depan. Mereka berasal dari sosok yang memang populer di kalangan masyarakat saat ini.
Pada periode belakang, ada banyak nama yang terang-terangan mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Banyuwangi. Sebut saja, nama petahana Ipuk Fiestiandani, dan bermunculan nama layaknya Ketua PCNU Banyuwangi periode lalu KH. Ali Makki Zaini.
Termasuk politisi PKB Ahmad Munib Safa’at, Sumail Abdillah dari Partai Gerindra, Sugirah dari PDI Perjuangan yang juga wakil bupati, serta Ali Ruchi kalangan birokrat.
Akan tetapi, berdasarkan hasil survei nama-nama di atas kian menyusut. Bahkan mengerucut ke sejumlah nama yang dinilai populer dan mendapat sentuhan langsung oleh masyarakat Banyuwangi.
Mereka adalah Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Abdullah Azwar Anas dan KH. Ali Makki Zaini atau yang akrab dikenal Gus Makki. Dua nama itu yang dinilai memiliki kans kuat head to head di Pilkada mendatang.
Bahkan, pantauan survei dari lembaga Media Riset dan Kampanye (Diska) Banyuwangi, sosok Gus Makki menjadi lawan kuat sang petahana. Surveinya menunjukkan elektabilitas kedua kandidat saling kejar mengejar.
Yang mengejutkan, hasil survei pada 22-29 Juli 2024 yang keluar awal Agustus 2024 ini, justru Gus Makki unggul atas Ipuk Fiestiandani.
“Sosok petahana yakni Ipuk Fiestiandani diambang kritis. Dimana jika dihitung dan diukur nilainya masih di bawah 50 persen saja. Jika head to head Ipuk Fiestiandani Vs Gus Makki justru petahana selisih 1,8 persen saja,” ungkap Direktur Media Riset dan Kampanye (Diska) Ach. Syauqi.
Hasil metodologi berdasarkan beberapa variable yang melibatkan 500 responden dari Diska menunjukkan data Gus Makki memperoleh 45,2 persen. Sedangkan, Ipuk Fiestiandani memperoleh 43,0 persen.
“Sisanya sebanyak 11,8 persen belum menentukan pilihan. Angka itu bisa saja menguntungkan KH. Ali Makki Zaini,” terangnya.
Diska, kata Syauqi, melakukan survei berdasarkan responden yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa se Banyuwangi. Hasil itu merupakan data real untuk kondisi saat ini.
“Sebagai seorang incumbent jika dirunut-runut, sosok petahana ini idealnya seharusnya diatas 65 persen. Harus ingat, hasil ini akan berubah kapan saja,” terangnya.
Sejumlah variabel menjadi tolak ukur survei pada momen menjelang Pilkada Banyuwangi ini. Di antaranya melalui tingkat kepuasan masyarakat, masyarakat memilih kembali atau tidak, dan tingkat popularitas.
“Yang jelas temuan kami Gus Makki lebih unggul daripada sosok petahana yakni Ipuk Fiestiandani,” pungkasnya. [rin/aje]






