Malang (beritajatim.com) – Paduan Suara Mahasiswa Administratio Choir yang berasal dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) memperoleh medali emas dalam ajang Tokyo International Choir Competition. Tim yang terdiri dari 30 mahasiswa ini beserta 1 konduktor berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Paduan suara mahasiswa FIA UB berhasil mengalahkan puluhan tim paduan suara dunia dari berbagai negara seperti Jepang, Hongkong, Filipina, Latvia, Singapura, Polandia, Spanyol. Salah satu anggota paduan suara, Sefi Aprilia Winarti mengaku bahwa persiapannya sudah dilakukan sejak November tahun 2023 lalu.
“Alhamdulilah perasaan setelah meraih juara pastinya senang dan bersyukur banget karena perjalanan kami untuk perlombaan ini benar-benar panjang. Kami memutuskan ikut perlombaan ke Tokyo ini pun sudah dari November 2023 lalu. Jadi semasa itu sudah lengkap untuk kepanitiaan tim lomba kami,” ujar Sefi, sapaannya.
Administratio Choir ikut dalam dua kategori yaitu mixed choir dan folklore, dan semuanya mendapat emas. Untuk kategori folklore, mereka membawakan lagu daerah Janger dan Benggong. Kategori folklore tim ini mendapat juara satu/gold medal atau bisa disebut dengan champion of the competition dan mixed nya juga dapat gold medal.
“Kalau Sistematika perlombaan tergantung dari kategori lomba nya. Untuk kategori folklore sendiri itu dari artistic impression anggota dimana penampilan menarik merupakan kunci utama. Kemenangan ini juga didasarkan dari jumlah vote. Sedangkan untuk kategori mixed choir dari kesesuaian nada, artikulasi, dan kapan bisa naik dan turun nadanya secara harmoni,” ungkap mahasiswa FIA tersebut.
Persiapan matang menjadi kunci keberhasilan tim paduan suara ini. Mereka Mulai berlatih sejak Februari 2024, jauh sebelum keberangkatan ke Jepang.
Latihan difokuskan pada vokal dan koreografi. Selain itu, tim melakukan riset tentang budaya Jepang agar penampilan semakin maksimal. “Selama kompetisi kami menghadapi berbagai tantangan, kegugupan tim dan kondisi cuaca ekstrem di Jepang menjadi faktor utama,” ujar Sefi.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat lomba itu adalah menghadapi nervous. Sefi mengaku anggota tim mengalami rasa campuran rasa excited dan khawatir secara bersamaan.
“Selain itu, disana juga terjadi perubahan musim dimana sebelum kami berangkat tiba-tiba banyak anggota yang sakit. Jadi kami harus saling mengingatkan untuk minum obat, jangan telat makan karena cuaca di Jepang panas sekali,” kisahnya Sefi.
Menurut Sefi, kunci keberhasilan tim adalah rasa kebersamaan dan kerja keras setiap anggota. Apalagi Saat proses latihan sudah saling mengingatkan satu sama lain dan memperbaiki demi kesuksesan tim bersama ini.
“Prestasi gemilang yang diraih Administratio Choir ini membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya Semangat terus dalam mengharumkan nama Paduan Suara Indonesia di mata dunia,” katanya menutup.
Tokyo International Choir Competition berlangsung selama 4 hari lamanya pada 25 sampai 28 Juli 2024 lalu. Kompetisi ini secara rutin diadakan oleh International Choral Organization of Tokyo (ICOT) , tahun ini Tokyo International Choir Competition menjadi ajang yang keenam. (dan/kun)






