Jember (beritajatim.com) – Perburuan rekomendasi untuk pencalonan dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini belum berakhir bagi Bupati Hendy Siswanto. Ia punya prinsip ‘sebelum janur melengkung’.
Saat ini masih belum ada partai yang menerbitkan surat rekomendasi untuk Hendy. Satu-satunya partai yang menerbitkan surat tugas untuk Hendy adalah PDI Perjuangan. “PDI Perjuangan punya delapan kursi di DPRD Jember. Mudah-mudahan ada yang bisa melengkapi. Masa saya bawa kursi sendiri dua. Padahal kursi saya di rumah ada lebih dari 50 buah lo,” kata Hendy tersenyum.
Dari delapan partai yang punya kursi di DPRD Jember, tinggal PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional yang belum menerbitkan rekomendasi untuk calon bupati dan wakil bupati.
Empat partai lainnya yakni Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Nasional Demokrat sudah menerbitkan rekomendasi untuk pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto.
Hendy berharap selain PDI Perjuangan, PPP, Golkar, dan PAN, masih ada partai yang mendukungnya kendati sudah menerbitkan surat rekomendasi. “Meski sudah kasih rekomendasi, kalau memungkinkan berubah kan bisa berubah juga. Namanya sebelum janur melengkung, milik kita bersama,” katanya. Janur melengkung adalah penanda adanya pernikahan dalam tradisi Jawa.
Hendy menyatakan akan berusaha memperoleh rekomendasi dari partai politik yang belum menerbitkan keputusan. “Mudah-mudahan ini masih bisa ada kesempatan. Kami tetap berusaha keras. Gusti Allah yang menentukan,” katanya.
“Namanya surat kan apa kata ketua partai. Kalau tiba-tiba ketua partai berpikir yang lain, kami siap. Kinerja kami silakan saja dinilai sendiri, apakah bupati Jember patut diberi rekomendasi atau tidak,” kata Hendy yang berkomitmen tetap menggandeng Muhammad Balya Firjaun Barlaman sebagai calon wakil bupati periode berikutnya.
Hendy percaya dengan proses. “Mudah-mudahan bisa dapat rekom. Kami berharap di Jember tidak bumbung kosong lah ya. Sampeyan tahu bumbungan gak? Waktu kita masih zaman kecil kan ada (semacam petasan) yang ada apinya, blung, ngowos,” katanya tertawa.
Saat ini Hendy terus memelihara hubungan dengan PDI Perjuangan. Dia sudah bertemu dengan pengurus Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember, Senin (5/8/2024) kemarin. “Surat tugas dari Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan memerintahkan saya untuk berkonsolidasi. Kalau saya tidak berkonsolodasi, malah salah,” katanya.
“Saya sudah sampaikan ke teman-teman DPC PDI Perjuangan tidak sekadar berkonsolidasi, tapi melaporkan soal perkembangan rekomendasi. Konsolidasi dan tetap berusaha melengkapi syarat jumlah kursi (untuk pencalonan) dari delapan menjadi sepuluh. Kami juga menyampaikan komitmen untuk berbaju merah untuk menjadi anggota PDI Perjuangan,” kata Hendy. [wir]






