Surabaya (beritajatim.com) – Tim UPN Veteran Jatim meluncurkan aplikasi Smart BSK untuk Bank Sampah Kencana di Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Inovasi ini sebagai upaya digitalisasi dalam pengelolaan sampah.
“Aplikasi ini dirancang sebagai sistem informasi manajemen untuk mendukung efisiensi pengelolaan sampah dan berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan,” kata Ketua UPN Mengabdi Reiga Ritomiea Ariescy SE MM, Senin (5/8/2024).
Dengan fiturnya, Smart BSK memungkinkan pencatatan dan pengelolaan data sampah yang terstruktur, mulai dari pengumpulan hingga penjualan. Harapannya, ini dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi proses pengelolaan.
Reiga menjelaskan, selain untuk mempermudah operasional Bank Sampah Kencana, pengembangan aplikasi Smart BSK ini juga untuk memberdayakan masyarakat lewat teknologi dan mendukung terciptanya ekonomi berkelanjutan.
“Tim UPN Mengabdi dan Pengurus Bank Sampah Kencana berterimakasih kepada DIPA UPN Veteran Jatim yang telah mendukung kegiatan ini. Dengan kolaborasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan tujuan ekonomi berkelanjutan bisa terwujud lebih cepat dan merata,” tuturnya.
Manfaat Smart BSK ini juga turut dirasakan oleh nasabah atau masyarakat. Mengingat, nasabah dapat memantau secara real time jumlah pendapatan yang dapat mereka terima dari hasil penjualan sampah secara continue.
“Saya senang sekali karena dapat melihat progress pendapatan dari hasil memilah dan menjual sampah rumah tangga ini secara langsung, kapan pun dan dimana pun,” ungkap Sukma, salah satu nasabah Bank Sampah Kencana.
Sedangkan Asti, salah satu pengurus dari Bank Sampah Kencana menyatakan bahwa aplikasi ini cukup membantunya dalam melakukan pengelolaan data dan operasional para Nasabah Bank bank Kencana.
“Aplikasi Smart BSK sangat membantu kami dalam mengelola data dan operasional nasabah Bank Sampah Kencana. Sekarang, kami dapat mencatat setiap transaksi dengan lebih akurat dan transparan,” ungkap Asti.
Peluncuran Smart BSK selaras dengan beberapa poin SDGs. Pertama, aplikasi ini mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan menciptakan peluang ekonomi melalui penjualan sampah. Sehingga, masyarakat memperoleh tambahan pendapatan yang membantu mengurangi kemiskinan.
Kedua, ini juga sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena mendorong penciptaan lapangan kerja baru dalam pengelolaan sampah dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, aplikasi ini juga mendukung SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, menjadikan lingkungan perkotaan lebih bersih dan sehat.
Selain Reiga, Tim UPN Mengabdi, UPN Veteran Jatim ini juga terdiri dari Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, antara lain Dewi Deniaty Sholihah SE MM dan Devinta Nur Arumsari SE ME. [ipl/kun]






