Lamongan (beritajatim.com) – Mahasiswa asal Lamongan, Muhammad Hariz Izzuddin, berhasil menelurkan sebuah aplikasi pembaca buku. Aplikasi yang diberi nama SiFabel tersebut dirancang khusus untuk penyandang tunanetra .
Dalam pengembangan aplikasi SiFabel tersebut, Hariz telah bekerja sama dengan SMPLB-A Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta Surabaya.
“Latar belakang menciptakan aplikasi ini adalah karena saya menyadari bahwa ada sebagian orang yang tidak memiliki akses yang sama terhadap informasi bacaan berupa tulisan,” kata Hariz, Rabu (31/7/2024).
Dengan adanya SiFabel, kata Hariz, tunanetra dapat membaca buku dengan lebih mudah. Fokus aplikasi tersebut tidak hanya untuk tunanetra dengan low vision, tetapi juga untuk tunanetra total yang tidak memiliki penglihatan sama sekali.
“SiFabel telah terintegrasi dengan TalkBack, sebuah fitur pembaca layar di Android, untuk membantu tunanetra total dalam menavigasi smartphone mereka,” tuturnya.
Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tersebut, menjelaskan bahwa SiFabel tidak hanya berhenti di situ. Fariz berencana mengembangkan aplikasi SiFabel agar tidak hanya bisa membaca teks saja.
“Ke depannya akan kita kembangkan untuk dapat membaca mata uang, mengenali objek, dan lain-lain yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari tunanetra,” kata Hariz.
Dengan aplikasi ciptaannya itu, Hariz berhasil meraih Penghargaan Khusus Kategori Technopreneur Program Diploma dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional.
“Saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional ini memberikan saya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang telah diseleksi dari fakultas, kampus, wilayah hingga nasional untuk bisa berlaga,” kata Hariz.
Penghargaan itu pun membuat Hariz semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan aplikasi ciptaannya, agar dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas
“SiFabel merupakan langkah nyata dalam mendukung inklusivitas dan aksesibilitas informasi bagi tunanetra,” ucap Hariz. (fak/ted)






