Bondowoso (beritajatim.com) – Beredar voice dari mantan Bupati Bondowoso sekaligus Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso, KH. Salwa Arifin yang mendukung Kiai As’ad Yahya Syafi’i mendampingi KH. Abdul Hamid Wahid.
Kiai As’ad didukung untuk menjadi bakal calon bupati (bacawabup) di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bondowoso periode 2024-2029.
Paslon Ra Hamid – Kiai As’ad pun didengungkan bakal mempersatukan dua kekuatan kultur besar di Pilbup Bondowoso.
Bahkan, Instagram resmi DPC PKB Bondowoso mengunggah video paslon RAHMAD (Ra Hamid – Kiai As’ad) pada Senin (29/7/2024) malam.
Voicenote dari Kiai Salwa ini sempat diperdengarkan oleh H. Ahmad Dhafir, ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso ke awak media pada Senin (29/7/2024) kemarin di Hotel Ijen View.
Kiai Salwa dalam pesan suaranya itu berbicara menggunakan bahasa Madura halus sebagai bentuk penghormatan kepada lawan bicaranya.
Kiai Salwa mengaku tunduk kepada dawuh pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yakni KHR. Azzaim Ibrahimy.
Informasinya, pengasuh ponpes besar di Situbondo itu merestui Kiai As’ad sebagai bacawabup pendamping Ra Hamid di Pilbup Bondowoso 2024-2029.
“Saya sangat menerima dengan titah dari beliau (Kiai Azzaim). Beliau pun menunjuk Lora As’ad sebagai calon wakil bupati yang bergandengan dengan Lora Hamid,” kata Kiai Salwa.
Ia menegaskan patuh dan tunduk atas dawuh dari ponpes tempatnya menimba ilmu keagamaan dulu itu.
“Saya jika sudah ada titah atau perintah dari beliau (Kiai Azzaim), pengasuh (ponpes Sukorejo), saya 100 persen sami’na wa ata’na (patuh) kepada beliau,” kata Kiai Salwa.
Ia juga berjanji akan menggerakkan massa untuk mendukung Paslon Ra Hamid – Kiai As’ad di Pilbup Bondowoso 2024 ini.
“Saya akan menggerakkan semua kepengurusan di DPC PPP, PAC hingga ranting untuk kemenangan Ra As’ad,” ucapnya.
Mantan Bupati Bondowoso periode 2018-2023 ini menegaskan kepatuhannya kepada pengasuh ponpes Salafiyah Syafi’iyah.
“Jika sudah keinginan dari beliau (Kiai Azzaim), saya akan menggerakkan lewat PPP, teman-teman, dan bahkan wajib kita memenangkan Lora As’ad,” tegasnya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir menyambut baik pernyataan dari Kiai Salwa Arifin itu.
“Kami dari PKB dari awal memasrahkan calon pemimpin Bondowoso kepada para ulama. Ada Sukorejo, Walisongo dan Nurul Jadid. Kemudian diusulkan lah Ra Hamid. Untuk bacawabup kami serahkan ke PPP atas kesepakatan dari para ulama,” kata Dhafir.
Menurutnya, apabila para ulama memutuskan Ra Hamid harus berpasangan dengan Kiai As’ad, maka rekonsiliasi PKB-PPP semakin mantap.
“Ketua DPC PPP Bondowoso bersuara bahwa menyepakati Ra As’ad sebagai bacawabup Ra Hamid. Monggo, kami menyambut baik,” tuturnya.
Dengan berkoalisinya PKB – PPP, maka Paslon yang diusung telah mengantongi 23/45 syarat dukungan kursi parlemen.
PKB meraup 16 kursi, sedangkan PPP menggaet 7 kursi di Pileg 2024-2029 kemarin.
Untuk mengusung bakal calon bupati dan wakil Bupati minimal mendapatkan dukungan 20 persen di kursi legislatif.
Artinya di Bondowoso perlu minimal 9 kursi. Sedangkan bergabungnya PKB-PPP sudah terkumpul 23/45 kursi atau lebih dari 50 persen.
Terlebih, bergabungnya dua kekuatan kultur NU ini juga menjadi sinyal potensi terciptanya calon tunggal, apabila parpol lainnya ikut berkoalisi.
“Kami targetkan Paslon tunggal,” kata Ahmad Dhafir beberapa waktu lalu. (awi/ted)






