Magetan (beritajatim.com) – Pemilih muda di Magetan mencapai 50 persen lebih pada Pemilu 2024. Angka partisipasi pada Pemilu Legislatif dan Pilpres itu mencapai 82 persen. Dengan keterlibatan pemuda yang dianggap cukup antusias dalam memilih pemimpin, akademisi menyarankan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Magetan yang hendak maju Pilkada untuk membuat kebijakan yang merangkul pemuda.
Dr. M. Syarif Thoyib, M.Pd menyarankan bacabup-dan bacawabup untuk turut menarik perhatian para pemuda. Dosen Komunikasi UIN SATU Tulungagung itu menganggap pemilih yang mayoritas ini harus dimanfaatkan. Menurutnya, itu adalah tantangan bagi para kontestan yang bakal maju Pilkada 2024 di Magetan.
”Ini tantangan bagi kontestan, bagaimana paslon itu nanti merencanakan program yang berhubungan dengan generasi muda. Program ini juga harus punya relasi kuat dengan pengembangan kapasitas pemuda,” terang Syarif, Selasa (30/07/2024)
”Sehingga, siapapun calon yang terpilih nantinya tidak ditinggalkan. Pemuda ini nanti bisa dimanfaatkan dalam artian untuk mencapai goal sesuai yang dikampanyekan,” katanya.
Dia juga berpesan pada para pemuda agar tidak sekadar jadi penonton saja dalam kontestasi politik. ”Pemuda ini jangan sampai jadi objek penderita, tapi jangan pasrah dengan keadaan, tapi harus tampil jadi agen perubahan,” katanya. [fiq/but]






