Malang (beritajatim.com) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) kembali mengadakan temu ilmiah bertajuk Malang Kardiovaskular Update (MCVUpdate). Acara ini diadakan selama tiga hari, yaitu 26 – 28 Juli 2024.
Ketua PERKI Malang, Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., menjelaskan bahwa terdapat 7 workshop dan 15 simposium yang berbeda dalam rangkaian MCVUpdate ke-23. Selain workshop PERKI Malang juga menciptakan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan nama Detak C.
“Sehubungan dengan luasnya daerah jangkauan binaan PERKI Malang, layanan Dokter jantung dan pembuluh darah belum benar-benar merata maka kami berupaya meningkatkan kewaspadaan pasien dengan aplikasi berbasis AI yaitu Detak C untuk membantu pasien mencari pertolongan terdekat saat terjadi serangan jantung,” ujar Prof Saifur saat konferensi pers, Sabtu (27/7/2024) di Ballroom Grand Mercure Malang.
Dijelaskan ketua Perki Malang ini aplikasi Detak C punya sejumlah fungsi. Diantaranya dapat membantu pasien merawat, mengarahkan rutin konsumsi obat dan kontrol rutin ke Dokter.
“Kami mensosialisasikan aplikasi ini kepada seluruh anggota PERKI yang tersebar di Jawa Timur bagian selatan pada acara Business Meeting Jumat, 26 Juli 2024 lain. Acara ini dihadiri Kadinkes di wilayah binaan PERKI cabang Malang untuk berpartisipasi dalam peningkatan kewaspadaan dan mengontrol faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah oleh tenaga kesehatan di setiap wilayah,” lanjutnya.
Pihaknya menyoroti soal masalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Sampai saat ini masih belum terselesaikan secara tuntas meski perkembangan ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah di dunia sangat pesat.
“Tidak hanya menurunkan kualitas hidup, menimbulkan kesakitan, kematian sangat tinggi dan menghabiskan biaya besar dalam perawatannya. Seperti yang terjadi di Indonesia, pembiayaan yang dikeluarkan BPJS kesehatan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah sangatlah tinggi, oleh karena itu Perhimpunan Dokter Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia Cabang Malang melakukan berbagai macam upaya,” lanjutnya.
PERKI Cabng Malang berkontribusi menurunkan angka kesakitan dan kematian. Disebutkan Prof Saifur pihaknya juga berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.
“Baik pada pasien maupun tenaga kesehatan di seluruh lapisan kesehatan mulai posyandu lansia sampai pada rujukan tertinggi di daerah Malang. Salah satunya dengan mengadakan pertemuan ilmiah rutin setiap tahun yang hingga saat ini sudah ke 23 kalinya,” ujarnya.
MCVUpdate dihadiri sekitar 500 tenaga kesehatan meliputi spesialis jantung, spesialis lainnya, dokter umum, perawat dan nakes lainnya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Terdapat 7 workshop, yaitu pencitraan jantung, ekokardiografi, rehabilitasi jantung, pembuluh darah (vaskular).
“Ada juga pembahasan tentang gangguan irama jantung (aritmia), penyakit jantung bawaan, kegawatdaruratan jantung dan workshop untuk perawat. Hari sabtu dan minggu dilaksanakan simposium secara paralel yang mendatangkan pembicara dari luar negeri dan dalam negri yang ahli di bidangnya,” jelasnya.
dr. Indra Prasetya, Sp.JPK(K) – Ketua Panitia MCVUpdate menjelaskan, gelaran ke-23 ini mengusung tema ‘Integrating Innovation In Acute Cardiac Care Through Networking’. Tema ini dipilih selaras dengan program unggulan PERKI Cabang Malang dalam rangka memperkuat dan memperluas jejaring jantung dan pembuluh darah di Jawa Timur bagian selatan yang menjadi daerah binaan.
“Program jejaring ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh kemenkes RI bersama pengurus pusat PERKI. Prinsip pemerataan pelayanan, peningkatan mutu layanan dan keterjangkauan layanan berbasis teknologi mutakhir hingga saat ini berjalan hampir 5 tahun dengan penyediaan sarana dan prasarana yang setara di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Selain pemerataan, penjaminan mutu layanan di setiap faskes menjadi konsen PERKI malang. dr. Indra berharap hal itu menjamin layanan yang hampir sama di setiap daerah pada setiap tingkat pelayanan pasien jantung dan pembuluh darah dimulai dari layanan primer hingga lanjutan.
“Upaya yang sudah dilakukan lewat kegiatan selama 3 hari ini tidak terlepas dari keberadaan kami dan anggota PERKI cabang Malang lainnya dan PPDS Kardiovaskular Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Kami harap kegiatan ini bermanfaat dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta untuk layanan yang lebih baik,” jelasnya.
Apresiasi disampaikan oleh Dr. dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP(K) selaku Ketua Pokja ACC PERKI/mewakili PP PERKI. Ia menyebut bahwa pelayanan jantung itu membutuhkan lintas rumah sakit sehingga acara ini dapat membantu dalam mempermudah itu.
“Kami mendukung tema yang diangkat PERKI Malang. Tema ini sejalan dengan kemenkes periode ini, dalam meningkatkan jejaring kardiovaskular nasional untuk menekan angka mortalitas serangan jantung. Aplikasi Detak C itu satu-satunya di Indonesia, ini penting karena bagi pasien serangan jantung itu waktu sangat penting dan semakin cepat ditangani makin baik,” kata Dr. dr. Dafsah saat konferensi pers. (dan/kun)






