Mojokerto (beritajatim.com) – Bhabinkamtibmas Desa Mlirip Brigadir Wisnu Ponco menyosialisasikan pencegahan bullying atau perundungan di SDN Mlirip 3, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Hal itu sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Sebanyak 35 siswa yang berasal dari kelas 3 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan tersebut, Sabtu (27/7/24). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai dampak negatif dari bullying serta pentingnya menghormati dan menjaga kerukunan antar teman.
Dalam sosialisasi tersebut, Brigadir Wisnu Ponco memberikan pembinaan dan penyuluhan secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Bullying dapat merusak mental dan fisik korban. “Oleh karena itu, kita harus saling menghormati dan tidak boleh menyakiti teman-teman kita,” ungkapnya.
Jika ada yang mengalami atau melihat tindakan bullying, anggota Polsek Jetis Polres Mojokerto Kota ini meminta untuk segera melaporkan kepada guru atau orang dewasa di sekitar. Selain membahas pencegahan bullying, Brigadir Wisnu Ponco juga memberikan motivasi kepada para murid untuk selalu semangat belajar di sekolah.
Para murid tampak antusias mengikuti sosialisasi dan berinteraksi aktif dengan Brigadir Wisnu Ponco. Mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait bullying. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan siswa tentang pentingnya menjaga pertemanan dan menghindari perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SDN Mlirip 3, Sevvy Ertiana S.Pd. menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas Desa Mlirip yang telah memberikan sosialisasi kepada anak-anak kami. Hal ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter anak-anak agar menjadi pribadi yang baik dan menghargai sesama,” tegasnya. [tin/suf]






