Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto berkesempatan mengikuti pelatihan Kemasan Souvenir Bernilai Jual dan Desain Kualitas Produk Cinderamata Berstandar Desa Wisata Berbasis Budaya Daerah. Pelatihan digelar di Balai Desa Jatipasar, Jumat (26/7/2024).
Pelatihan digelar oleh kolaborasi empat Program Studi (Prodi) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) Unair 2024. Program PPDB Unair 2024, Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipatif dan Kolaboratif tersebut mengambil tema Peningkatan Kualitas Produk Cindera Mata Terstandar Wisata.
Ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Jatipasar tersebut mendapatkan materi terkait Kemasan Souvenir Bernilai Jual yang disampaikan oleh Dr Tri Siwi Agustina, SE., M.Si dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Serta Desain Kualitas Produk Cindera Mata Terstandar Desa Wisata Berbasis Budaya Daerah yang disampaikan oleh Dr Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, M.Si.
Kepala Desa (Kades) Jatipasar, Mulyadi menyambut baik Program Pengembangan Desa Binaan Unair 2024 di Desa Jatipasar. “Alhamdulilah, saya sangat berterima kasih. Selamat datang pakar-pakar dari Unair Surabaya, berkenan dan peduli untuk memberikan ilmunya kepada ibu-ibu memiliki produk halal di Desa Jatipasar,” ungkapnya, Jumat (26/7/2024).
Kades berharap dengan pelatihan yang diberikan tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jatipasar. Menurutnya, Desa Jatipasar membutuhkan para ahli dan pakar yang nantinya bisa mengangkat perekonomian masyakat Desa Jatipasar. Ini lantaran Desa Jatipasar merupakan bagian dari cagar budaya di bidang pariwisata.
“Desa Jatipasar ditinggali warisan cagar budaya nasional berupa Candi Wringilangwan yang merupakan pintu gerbang Kerajaan Majapahit. Kepada para ibu-ibu peserta pelatihan harus semangat dan komitmen agar bisa maju namun semua memang harus melalui proses, tidak bim salabim. Ini kuliah singkat yang luar biasa jadi harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Desa Jatipasar diharapkan bisa menjadi desa yang bisa dibanggakan. Namun masyarakat juga harus berani melangkah, berani tampil, berani berbuat kebaikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kades mengucapkan terima kasih kepada Unair meluangkan waktu dan tenaga waktu membangun Desa Jatipasar.
Sementara itu, Ketua Pengmas Prodi S1 Teknik Biomedis, Fakultas Sains dan Teknologi, Unair, Dr Prihartini Widiyanti, drg, M.Kes, S.Bio, CCD menjelaskan, Pengmas di Desa Jatipasar berdasarkan penelusuran sejarah. Desa Jatipasar merupakan pintu gerbang Kerajaan Majapahit yang termarsyur namun ternyata hasil survey menunjukkan banyak hal yang belum terungkap.
“Masih banyak poin-poin sejarah dan budaya yang mungkin perlu dimasukan di ensiklopedia wisata. Kami ingin sekali setiap desa di Jawa Timur bisa terpetakan, kalau di Desa Kare (Madiun) terkenal dengan Kopi Kare (Pengmas Prodi S1 Teknik Biomedis sebelumnya). Di sini, wisata sejarah candi, petilasan, home industri seperti terakota dan batik,” ujarnya.
Menurutnya, di pertemuan pertama tersebut ada dua pemateri yang akan memberikan materi dengan tujuan meningkatkan pendapatan ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Jatipasar. Ini dilakukan lantaran para pelaku UMKM di Desa Jatipasar masih melakukan pemasaran dari mulut ke mulut. Sehingga nantinya para pelaku UMKM di Desa Jatipasar tersebut dikenalkan dengan pemasaran digital.
“Mereka nanti akan dikenalkan bagaimana produk mereka masuk E-Commerce supaya lebih banyak dikenal orang. Pengmas di Desa Jatipasar untuk dua tahun kedepan, di tahun pertama ini ada tiga kali pertemuan. Pertemuan selanjutnya ada pelatihan batik dan terakota di bulan Agustus. Kita akan kesini lagi untuk membuat ensiklopedia wisata, kita gali dari pelaku sejarah, pahlwan, sesepuh yang bisa menceritakan,” jelasnya.
Apa yang digali melalui cerita tersebut akan disusun menjadi sebuah buku sehingga nantinya jika ada yang membutuhkan profil Desa Jatipasar maka pihak Pemdes Jatipasar sudah memiliki. Dalam pengmas di Desa Jatipasar tersebut merupakan kolaborasi sejumlah fakultas diantaranya, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Budaya. [tin/beq]






