Lamongan (beritajatim.com) – Perubahan suhu yang menjadi lebih dingin saat musim kemarau, atau yang kerap disebut sebagai fenomena ‘bediding’ oleh masyarakat Jawa, berdampak pada kondisi tubuh manusia maupun hewan. Lalu bagaimana kondisi satwa di Maharani Zoo dan Goa Lamongan?
Pengelola destinasi wisata edukasi yang terletak di pesisir utara Lamongan itu memastikan bahwa fenomena bediding tidak berdampak signifikan terhadap satwa koleksinya.
Menurut Dokter Hewan Maharani Zoo dan Goa, Nani Yuliati, suhu yang sangat dingin, terutama pada malam hari di musim kemarau saat ini, membuat satwa cenderung merasa kedinginan.
“Kalau tengah malam menjelang pagi, ada perubahan suhu menjadi lebih dingin. Memang rawan satwa merasa kedinginan,” tuturnya, Rabu (24/7/2024).
Namun demikian, kata Nani Yulianti, kondisi tersebut sejauh ini tidak sampai menimbulkan perubahan perilaku maupun adanya gejala klinis sebagai pertanda gangguan kesehatan pada satwa.
“Dari pantauan yang rutin kami lakukan, kondisi satwa Maharani Zoo tidak ada masalah,” tuturnya.
Kondisi tersebut tak lepas dari perawatan yang selalu diupayakan secara maksimal, serta pemeriksaan dan pemberian vitamin secara rutin. Baik saat bediding seperti saat ini, maulun pada kondisi normal.
“Untuk pemberian vitamin, kita rutin setiap hari,” kata Nani Yulianti. (fak/ted)






