Malang (beritajatim.com) – Memasuki musim kemarau panjang, harga cabai rawit terus mengalami kenaikan di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang. Hingga hari ini, Sabtu (20/7/2024), harganya tembus Rp68 ribu per satu kilogram.
Berdasarkan pantauan harga di Pasar Kepanjen, kenaikan harga cabai rawit telah terjadi sejak sepekan yang lalu, namun kenaikannya cenderung fluktuasi.
Pedagang sayur di Pasar Kepanjen, Lutfi mengatakan, harga cabai rawit mengalami kenaikan yang cenderung melejit beberapa waktu lalu.
Harga cabai rawit tertinggi terjadi pada Kamis (18/7/2024) lalu yakni mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai rawit hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
“Setelah harga Rp80 ribu per satu kilogram kemarin, terus turun sedikit demi sedikit, kemarin (Jumat) harga turun menjadi Rp75 ribu. Hari ini (Sabtu) jadi 69 ribu,” ucap Lutfi, Sabtu (20/7/2024).
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi adanya musim kemarau yang ekstrem. Kemudian, banyak petani yang terancam gagal panen karena tumbuhannya kering.
Sehingga, dengan berkurangnya produktivitas cabai rawit dapat menyebabkan harga melambungnya di pasaran.
“Mahal karena barangnya memang agak sulit. Ada barang, tapi belinya rebutan di distributor,” tambahnya.
Sementara itu, dari pantauan lapangan, stok cabai rawit memang sulit dijumpai. Sejumlah kios nampak tak menjual cabai, beberapa di antaranya memiliki stok namun hanya terbatas.
“Hari ini cuma jualan lima kilogram saja, sudah habis sejak pagi tadi karena ,” terangnya.
Selain cabai rawit, sejumlah jenis sayur lainnya juga mengalami kenaikan harga. Seperti sawi putih, kubis hingga brokoli. Sedangkan, untuk cabai merah besar maupun cabai keriting cenderung normal.
“Kalau cabai merah besar tetap harganya Rp28 ribu per kilogram. Kalau sayur sawi putih yang sebelumnya Rp18 ribu sekarang turun menjadi Rp15 ribu,” tutupnya. (yog/ian)






