Sampang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang menyiapkan anggaran gawat darurat Rp150 juta untuk mengatasi bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD setempat, Candra Romadhani Amin mengatakan, dana tersebut sudah disiapkan untuk mengatasi terjadinya kegawatdaruratan akibat bencana kekeringan yang biasa terjadi di 14 kecamatan seluruh Sampang.
“Setiap tahun kami menyiapkan dana gawat darurat untuk mengatasi bencana kekeringan,” terang pria yang akrab disapa Candra itu, Sabtu (20/7/2024).
Candra menambahkan, musim kemarau 2024 yang berdampak pada bencana kekeringan kali ini semakin meluas terutama terjadi di Kecamatan Kedungdung yang semula 13 desa menjadi 15 desa, kemudian Kecamatan Karang Penang yang sebelumnya empat desa menjadi tujuh desa. Kemudian Kecamatan Sokobanah yang awalnya enam desa menjadi sembilan desa.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, terhitung awal Juli 2024 sebanyak 96 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, mengalami krisis air bersih. Data tersebut berdasarkan informasi dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Sampang.
“96 desa yang mengalami krisis air bersih itu dibagi 3 kategori, yaitu kering kritis, kering langka dan terbatas,” terangnya.
Kering kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh tiga kilometer (km) bahkan lebih. [sar/beq]






