Jakarta (beritajatim.com) – Khofifah Indar Parawansa menjadi tokoh paling dikenal/popular dengan presentase lebih dari 98,00 persen, lalu Emil Dardak (85,5%), Tri Rismaharini (84,3%), Muhaimin Iskandar/Cak Imin (82,6%). Sementara nama lainnya mendapatkan presentease di bawah 30 persen.
Demikian Survei terbaru yang dirilis Proximity Indonesia yang mengungkap prefensi pemilih dan peluang elektoral calon dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024
Kemudian, pada pertanyaan terbuka (top of mind) tokoh/sosok yang dinilai maju menjadi bakal calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 17,50% dan Tri rismaharini (4,20%). Sementara nama/tokoh lainya mendapatkan presentase di bawah 2 persen.
“Berdasarkan hasil survei, terdapat kandidat yang menunjukan dominasinya dalam perolehan dukungan pemilih baik pada pertanyaa terbuka, tertutup bahkan simulasi beberapa calon kandidat,” kata Whima Edy Nugroho, Rabu (17/7/2024).
Terkait dukungan responden terhadap tokoh yang diharapkan menjadi calon Gubernur Jawa Timur, secara spontan (pertanyaan terbuka) responden memilih Khofifah Indar Parawansa dengan presentase 14,00 persen dan Tri Rimsaharini (6,60%).
Sedangkan nama lainnya hanya mendapatkan dukungan di bawah 5 persen. Pada pertanyaan tertutup terkait elektabilitas (tingkat keterpilihan) terhadap 18 tokoh yang berpeluang maju sebagai gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa unggul dengan 55,80 persen dan oleh Tri Risamaharini (21,80%). Sementara nama lainnya mendapatkan presentase dukungan di bawah 5 persen.
Kemudian, pertanyaan tertutup terkait simulasi 12 nama/tokoh yang dipilih menjadi gubernur Jawa Timur. Khofifah Indarparawansa yang seorang petahana, masih menjadi tokoh yang paling bayak mendapatkan dukungan dengan presentase 58,50%.
Dalam simulasi delapan dan lima calon pun Khofifah Indarparawansa masih tetap unggul dengan presentase lebih dari 50 persen.
Simulasi juga dilakukan terhadap sepuluh nama tokoh potensial, sebagai wakil gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menjadi tokoh yang unggul dengan presentase 59,50 persen, disusul oleh KH. Marzuki Mustamar (5,90%), Abdullah Azwar Anas (2,30%) dan Thoriqul Haq (2,10%).
Adapun nama lainnya mendapatkan presentse kurang dari 5 persen. Dalam simulasi elektabilitas tujuh dan lima calon sebagai wakil gubernur, nama Emil Dardak masih menjadi yang terunggul mengalahkan nama lainya dengan presentase di atas 50 persen.
Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemilih yaitu program kerja kandidat, yang memiliki pengaruh cukup dominan atas pilihan pemilih dengan presentase sebesar 70,10 persen dan pemberian sembako/uang mendapatkan presentase sebesar 7,50 persen, kader/cagub/cawagub yang ditampilkan (6,60%) dan pimpinan/tokoh partainya (6,10%).
Sementara faktor lain mendapatkan presentase kurang dari lima persen. Latar belakang calon juga dapat memengaruhi prefrensi pemilih di mana latar belakang politisi memiliki daya tarik dukungan dari pemilih dengan presentase sebesar 29,80 persen, profesional (20,90%) dan tokoh masyarakat (18,60%).
Tidak hanya itu, media kampanye calon dalam pemilihan gubernur Jawa Timur memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan preferensi pemilih dengan presentase lebih dari 50 persen untuk seluruh bentuk model kampanye baik media televisi, media luar dan media sosial.
Survei ini dilakukan pada periode 8-14 Juli 2024 di 38 kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur. Populasi survei ini adalah seluruh warga Provinsi Jawa Timur, yang punya hak pilih dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) terhadap 800 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan tingkat kesalahan/Margin of Error (MoE) 3,46% dan tingkat kepercayaan 95%. (ted)






