Sumenep (beritajatim.com) – Emil Elestianto Dardak memberikan perhatian pada pentingnya pembentukan karakter yang kuat pada generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan zaman. Ia meyakini bahwa talenta dan skill harus didampingi dengan nilai moral yang dijunjung tinggi.
Emil merujuk pada ‘Asian Value’ atau nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat Asia dan tidak luntur oleh perkembangan jaman.
“Kita sekarang kan lagi ramai membahas ‘Asian Value’. Yang dimaksud adalah nilai yang tidak luntur seperti taat kepada orang tua, guru, dan kyai, serta nilai akhlak lain yang turun temurun diajarkan pada kita. Ini merupakan bagian dari pembentukan karakter yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Pada Senin (15/07/2024), Emil Dardak menghadiri pelantikan dan Talkshow Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumenep di Universitas Bahaudin Mudhary Madura. Dalam acara tersebut, Emil menjadi narasumber bersama Budayawan KH. D. Zawawi Imron.
“Kalau membahas Generasi Emas bukan hanya isi dompet, tetapi akhlak menjadi bagian pentingnya,” lanjutnya.
Emil meyakini bahwa nilai moral yang baik akan melengkapi skill generasi milenial, sehingga tidak akan tergusur oleh perkembangan teknologi, salah satunya kecerdasan buatan atau AI.
“Bagi mahasiswa yang nantinya akan lulus atau yang sudah lulus, tentunya akan mendapatkam ijazah. Ini bisa disebut sebagai macro-credential. Namun dunia kerja hari ini tidak cukup mengandalkan ijazah. Perlu dilengkapi dengan memperkaya nilai-nilai sosial dan skill di berbagai bidang,” paparnya.
Selain itu, Emil juga mengingatkan pentingnya akhlak yang baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
“Rasa hormat akan membuat pribadi lebih baik, melahirkan kepekaan dan juga empati. Ini adalah nilai-nilai yang tidak bisa digantikan dengan AI atau kecerdasan buatan,” tandasnya.
Karena itulah, Emil memotivasi para talenta muda untuk memperkaya kemampuannya. Salah satunya dengan sering mengikuti pelatihan dan sertifikasi penunjang keahlian utama.
“Tantangan yang dihadapi generasi muda ini adalah perkembangan teknologi sangat besar. Maka bagaimana sekarang ini kita bisa menjadikan sebagai peluang. Karena kita tidak akan tergusur teknologi tapi kita akan tergusur orang yang lebih menguasai teknologi itu, baik kecerdasan buatan dan teknologi digital lainnya,” paparnya.
Emil juga berpesan kepada pengurus IPNU Sumenep dan Jawa Timur agar terus membuka ruang untuk menambah wawasan keagamaan, keilmuan, dan tantangan global.
“Saya berharap pengurus IPNU Sumenep maupun Jawa Timur selalu berusaha membuka ruang keagamaan, keilmuan dan memahami tantangan global kedepannya,” pungkasnya. (tem/ian)






