Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC mematok target realistis pada ajang turnamen pra musim bertajuk Piala Presiden 2024 yang dijadwalkan kick off pada Jumat (19/7/2024) mendatang.
Terlebih ajang pra musim tersebut dinilai akan menjadi momentum tersendiri bagi Laskar Sape Kerrab. Apalagi mereka baru membentuk tim setelah ditinggalkan mayoritas pemain reguler yang berhasil mengantarkan finish di posisi runner up Liga 1 musim lalu.
“Karena melihat komposisi pemain kita yang baru terbentuk, tentunya hal ini membutuhkan waktu yang sedikit lama agar kembali mendapatkan chemistry,” kata Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, Selasa (16/7/2024).
Dengan komposisi pemain baru, termasuk juru taktik anyar, tentunya sangat dibutuhkan penyesuaian diri antar seluruh pemain guna menjalankan taktik dan strategi yang diinginkan pelatih.
Sehingga target realistis dan tentunya prestisius akan menjadi tolak ukur tersendiri bagi manajemen. “Untuk target sendiri seperti biasa, kami ingin menjadi yang terbaik, syukur-syukur ya jika juara,” tegasnya .
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pada ajang tersebut tim kebanggaan suporter Madura Bersatu tergabung di Grup B bersama tiga tim kuat yang sempat merasakan euforia mengangkat trophy Piala Presiden. Masing-masing Arema FC, Bali United FC dan Persija Jakarta.
“Pada ajang ini, kami berada dalam Grup B yang berisi Bali United sebagai tim tuan rumah, ada Persija Jakarta yang menjadi juara pada 2018, dan Arema yang sudah menyandang hattrick juara Piala Presiden edisi 2017, 2019, dan 2022,” jelasnya.
Kondisi tersebut tentunya bakal menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura, terlebih mereka akan menghadapi tim besar dengan status tim berpengalaman pada ajang pra musim.
“Tentu ini bukan hal mudah bagi kami, melihat satu grup dengan tim yang sudah memiliki pengalaman ciamik di Piala Presiden sebelumnya. Seperti Arema, Persija atau Bali United yang terpilih sebagai tuan rumah turnamen,” pungkasnya. [pin/beq]






