Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 2.684 orang dari 7.786 orang lulusan tahun 2023 pada Universitas Jember, perguruan tinggi negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih menganggur. Ini berdasarkan dari hasil pengisian tracer study (penelusuran jejak).
Saat ini dari 6.217 orang yang mengisi tracer study, sebanyak 2.602 orang alumnus sudah bekerja, 298 orang berwirausaha 298 dan 927 menempuh studi lanjut.
Universitas Jember berusaha mempersingkat masa tunggu kerja alumni dengan sejumlah program. Salah satunya program ‘adik asuh’ yang digagas Fakultas Hukum dan menggelar Unej Career Expo 2024 pada 10-11 Juli 2024 di Gedung Soetardjo.
Belasan perusahaan ternama di Indonesia berpartisipasi dalam Unej Career Expo 2024, antara lain PT. Kalimantan Prima Persada, PT. Sun Paper Source, Wilmar Group, Aston Jember Hotel & Conference Center, Smart Multi Finance, BPR Wilis, Karyamas Plantation, PT. Bank Negara Indonesia TBK, dan Teleperformance.
Selain itu ada Bank Sinarmas, PT. Indonesia Epson Industry, Grand Valonia Hotel, PT. Berca Kawan Sejati, Bank Syariah Indonesia Area Jember, BFI Finance, PT. Steel Pipe Industry of Indonesia, PT. Ciriajasa Engineering Consultans, dan PT. Graha Cipta Sejahtera.
Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember Rokhani berharap kehadiran mereka tidak hanya memberikan wawasan tentang pasar kerja saat ini. “Namun juga membuka peluang bagi mahasiswa Unej untuk magang, penempatan kerja, dan berbagai program pengembangan karir,” katanya.
Apalagi jumlah peminat Unej Career Expo 2024 cukup besar. Sebanyak 3.276 orang dari beberapa daerah seperti Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Jakarta, Bekasi, Bogor dan Bali, mendaftarkan diri secara daring dalam program ini.
“Fresh gradute alumni 50,58 persen, dan mahasiswa semester akhir maupun masyarakat umum 49,42 persen,” kata Rokhani, Kamis (11/7/2024).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember Fendi Setyawan mengatakan, salah satu Indeks Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi adalah capaian kerja yang didapat para alumni yang dihitung secara berkala. “Hal ini yang bepengaruh pada Indeks Kinerja Utama Perguruan Tinggi,” katanya.
Menurut Fendi, semakin alumni cepat mendapatkan pekerjaan yang layak, sesuai dengan standar yang ditentukan, maka nilai IKU Unej semakin bagus. “Hal ini menjadi kewajiban perguruan tinggi bagaimana sumberdaya yang dihasilkan itu dapat diserap oleh dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Rektor Iwan Taruna berharap acara ekspo tersebut memperkuat hubungan antara universitas dan perusahaan, serta menciptakan sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
“Selain bersinergi dan bisa mewujudkan visi dari perusahaan, mahasiswa juga dapat menampilkan performa yang baik ketika wawancara dengan para perwakilan dari beberapa perusahaan,” kata Iwan. [wir]






