Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 4.139 yang merupakan calon mahasiswa baru mengikuti seleksi mandiri jalur Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK) di Universitas Negeri Malang (UM). Untuk jalur TMBK ini, UM menyediakan kuota sekitar 2.000-an saja.
Kepala Sub Direktorat Seleksi (Kasubdit) UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A menjelaskan bahwa daya tampung jalur TMBK pada awalnya hanya 1.030 mahasiswa baru. Namun, setelah pengumuman penerimaan mahasiswa baru pada jalur prestasi, leadership dan skor UTBK pada 8 Juli 2024, kuota yang tidak terpenuhi dialihkan pada TMBK.
“Dengan demikian, prediksi kuota untuk jalur TMBK menjadi sekitar 2.000-an untuk mengantisipasi calon mahasiswa baru yang tidak melakukan registrasi ulang pada jalur sebelumnya,” ujar Rizky melalui keterangan tertulis, Kamis (11/7/2024).
Dijelaskan Rizky, TMBK pertama berlangsung pada Selasa (09/7/2024) lalu sebanyak 4.139 peserta. Mereka mengikuti seleksi yang terbagi dalam dua hari, yaitu 9-10 Juli 2024 dengan menggunakan 53 ruang ujian yang tersebar di seluruh kampus. “Setiap hari akan terdapat dua sesi dan setiap sesi akan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta,” jelasnya.
Seleksi TMBK UM tahun 2024 menjadi lebih kompetitif karena keseluruhan kuota mahasiswa baru bertambah dari 11.117 menjadi 11.637. Hal itu karena ada pembukaan lima program studi baru, yakni S1-Aktuaria, S1-Ilmu Hukum, S1-Pariwisata, S1-Arsitektur, dan S1 Teknik Lingkungan.
“Dengan kapasitas sebagai Kasubdit Seleksi UM, saya optimis dapat memenuhi seluruh kuota mahasiswa baru UM. Mengingat sampai ini jumlah pendaftar di seluruh jalur masuk melampaui kuota,” tegas Dr. Rizky
Pihaknya juga optimis bisa memenuhi target kuota mahasiswa baru dengan catatan seluruh mahasiswa yang dinyatakan diterima melakukan registrasi ulang menjadi mahasiswa baru UM.. Guna mensukseskan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru UM 2024, terdapat strategi khusus yang diterapkan.
Rizky menyebut strategi dilakukan dengan memaksimalkan potensi pada setiap jalur penerimaan mahasiswa baru. “Kami mengalihkan kuota yang tidak terpenuhi pada suatu jalur ke jalur lainnya sehingga dapat menutupi kuota mahasiswa baru secara keseluruhan,” sambungnya.
Di sisi lain, selama pelaksanaan seleksi TMBK berlangsung, seluruh prosedur yang ditetapkan UM dapat berjalan dengan baik, mulai dari registrasi peserta, pelaksanaan tes, hingga pengawasan ketat. Tidak hanya itu, UM berkomitmen untuk menjaga kualitas seleksi dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon mahasiswa.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tahapan seleksi agar calon mahasiswa yang terpilih adalah yang benar-benar memiliki kompetensi mumpuni dan siap menempuh perkuliahan di UM,” papar Dosen Departemen Akuntansi UM itu.
Setelah memantau keseluruhan aspek penerimaan mahasiswa baru, Dr. Rizky optimis bahwa pelaksanaan seleksi akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Dia berharap mahasiswa yang diterima adalah calon mahasiswa yang melakukan registrasi dan serius berkuliah di UM sehingga daya tampung mahasiswa terpenuhi.
Setelah seleksi jalur TMBK, lanjut Rizky, masih terdapat jalur lain yang membuka pendaftaran, seperti Jalur Skor UTBK Tahap 2 dan Kemitraan Masyarakat Umum. “Dengan optimisme dan strategi yang matang, UM siap menyambut mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2024/2025. Seluruh proses seleksi diharapkan berjalan lancar sampai akhir,” tutup Rizky. (dan/kun)






