Jombang (beritajatim.com) – Perjuangan hidup yang dilakukan Arik Satrio Rachman (18) Panjang dan berliku. Dia menuntut ilmu di Ponpes (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang. Ilmu agama dia timba dari pesantren yang didirikan oleh Hasratus Syaikh KH Hasyim Asyari pada 1899 itu.
Namun garis nasib justru membawa warga Wiyung Surabaya ini menjadi seorang polisi. Pria kelahiran Cirebon, 10 Mei 2006 ini mendaftarkan diri masuk Akpol (Akademi Polisi). Seluruh persyaratan dipenuhinya.
Walhasil, Arik lolos dalam seleksi ketat tersebut. Lebih membanggakan lagi, warga santri Tebuireng Jombang ini lolos Akpol tanpa biaya. Kini Arik menempuh Pendidikan di Lembaga tersebut. Tentu saja, hal tersebut menjadi kebanggan bagi kedua orangtuanya dan juga keluarga besar Ponpes Tebuireng Jombang.
Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengapresiasi upaya yang dilakukan santrinya itu. Menurutnya, santri memiliki semangat pengabdian yang tinggi dan nilai-nilai moral yang kuat, sehingga sangat cocok untuk menjadi bagian dari Polri.
Ia mengatakan santri memiliki pendidikan agama yang kuat dan nilai-nilai moral yang baik. Nah, hal itu menjadi modal sebagai anggota Polri yang berintegritas dan berdedikasi tinggi. “Ini adalah langkah positif untuk memperkuat institusi Polri dan menjaga keamanan serta ketertiban di masyarakat,” ujar Gus Kikin.
Kebijakan ini tidak hanya disambut baik oleh para santri dan pengasuh pondok pesantren, tetapi juga oleh masyarakat luas. Banyak yang melihatnya sebagai langkah positif dalam memperkuat hubungan antara lembaga keagamaan dan aparat keamanan.
“Serta sebagai bentuk pengakuan terhadap potensi dan kontribusi kaum santri dalam pembangunan bangsa,” ungkapnya.
Lebih jauh, Gus Kikin berpandangan, apresiasi patut disampaikan karena Polri mampu menerapkan seleksi yang bersih dan transparan. Menurutnya, sistem BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) yang menjadi jargon Biro Sumber Daya Manusia (Ro-SDM ) Polda Jatim benar-benar telah diwujudkan dalam proses seleksi calon anggota Polri.

Mulai dari Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), maupun Bintara/Tamtama tahun anggaran (T.A) 2024 melalui Panitia Daerah (Panda) Jawa Timur di Polda Jatim. Oleh karenanya, Gus Kikin mengucapkan terimakasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto dan Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi.
Karena telah memberi kesempatan kepada para santri yang ingin mengabdi untuk negeri dengan menjadi anggota Polri. Ungkapan apresiasi tersebut disampaikan Gus Kikin melalui unggahan videonya pasca sidang Terbuka Kelulusan Tingkat Akhir Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri gel II tahun anggaran 2024 di Gedung Mahameru Polda Jatim.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolri, Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Jombang yang memberikan kesempatan kaum santri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menjadi anggota Polri,” ucap Gus Kikin, Senin (8/7/2024).
Pengasuh Pondok pesantren Tebuireng ini menegaskan perekrutan yang dilakukan oleh panitia daerah (Panda) Jawa Timur melalui Biro SDM Polda Jatim dengan pengawasan ketat pihak eksternal dari Ombudsman dan Auditor dari TI dr Soetomo telah menunjukan hasil Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.
“Dari hasil mulai sidang akhir penerimaan Taruna/Taruni hingga Kelulusan Tingkat Akhir Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri gel II TA 2024 menurut saya Panda Jatim sudah melaksanakan prinsip BETAH,” ujar cicit dari KH Hasyim Asyari ini.
Gus Kikin menandaskan, salah satu santri dari Ponpes Tebuireng yang dinyatakan lulus seleksi Akademi Kepolisian tahun anggaran (T.A) 2024 tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. “Anak santri kami yang dinyatakan lulus seleksi tidak ditarik biaya apapun alias gratis,” pungkas Gus Kikin menegaskan. [suf]






