Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membuka Akademi Keperawatan (Akper) pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit milik Pemkot dan mendukung program ‘Satu RW Satu Nakes’.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa Akper ini akan memprioritaskan warga Surabaya, terutama dari keluarga kurang mampu, untuk mendapatkan pendidikan keperawatan gratis. “Saya akan bangun sekolah perawat di belakang RS Surabaya Timur, sehingga nantinya kebutuhan perawat untuk RS itu dari anak-anak Surabaya yang bersekolah di bidang keperawatan,” ujar Eri, Senin (8/7/2024).
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudradjat, menambahkan bahwa kebutuhan perawat di Surabaya terus meningkat, terutama untuk mewujudkan program ‘Satu RW Satu Nakes’ yang menargetkan 1.300 perawat untuk ditempatkan di setiap RW.
“Kebutuhan perawat akan banyak. RW di Kota Surabaya ada sekitar 1.300, jadi ada banyak perawat yang dibutuhkan untuk memenuhi semua itu,” kata Irvan.
Saat ini, Pemkot Surabaya sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait perizinan dan kurikulum Akper. Jika memungkinkan, Akper akan memanfaatkan aset Pemkot yang sudah ada untuk mempercepat proses pembukaan. “InsyaAllah semuanya tahun depan. Saat ini sedang koordinasi dengan provinsi. Kalau tidak harus membangun dulu dan bisa memakai aset pemkot, kita akan jalankan dulu,” pungkas dia.[asg/kun]






