Lamongan (beritajatim com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan, bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP B Gresik, mengintensifkan pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kecamatan Sambeng. Hasilnya, sebanyak 5.780 batang rokok ilegal di Lamongan berhasil disita.
Operasi rokok ilegal dilakukan dengan memeriksa empat toko kelontong. Hasil temuan rokok ilegal tersebut langsung disita dan diamankan oleh KPPBC TMP B Gresik.
Kepala Satpol PP Kabupaten Lamongan, Jarwito, mengatakan seluruh barang didapati pelanggaran, karena tidak dilekati pita cukai (rokok polos), dilekati dengan pita cukai palsu, dilekati dengan pita cukai bekas, dilekati dengan pita cukai tidak sesuai peruntukanya.
“Mengingat kembali bahwa rokok ialah barang kena cukai jadi peredarannya harus sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Gempur rokok ilegal akan terus kami lakukan agar menghentikan peredaran rokok ilegal terutama di Kabupaten Lamongan,” tutur Kepala Satpol PP Kabupaten Lamongan Jarwito, Jumat (5/7/2024).
Jarwito menegaskan implementasi tertib cukai sangatlah penting, karena Lamongan sebagai daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur dan mendapatkan dana cukai dengan jumlah besar.
Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) tersebut akan dialokasikan untuk membantu petani tembakau serta buruh tembakau di Kabupaten Lamongan, agar lebih sejahtera.
“Ada 8 Kecamatan penghasilan tembakau terbesar yakni Ngimbang, Sambeng, Mantup, Sugio, Sukorame, Bluluk, Modo, dan Kedungpring. Maka tertib cukai harus dilakukan, karena akan berdampak menunjang kesejahteraan petani tembakau dan buruh tembakau,” katanya.
Jarwito menambahkan, upaya pencegahan beredarnya rokok ilegal di Lamongan tidak hanya melalui razia, tapi juga dibarengi dengan edukasi terkait larangan peredaran rokok ilegal kepada masyarakat.
“Karena dengan membekali edukasi kepada masyarakat, secara otomatis akan mengajak masyarakat turut serta dalam berpartisipasi mewujudkan program Kementerian Keuangan Republik Indonesia yakni Gempur Rokok Ilegal,” ucap Jarwito. (fak/kun)






