Bondowoso (beritajatim.com) – DPRD mengkritik serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso yang baru mencapai 30 persen di Semester I 2024. Idealnya, anggaran bisa terserap minimal 50 persen di periode tersebut.
Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir pun membandingkan dengan tahun-tahun. Di April dan Mei 2023, anggaran sudah banyak terserap untuk pembangunan.
“Di bulan 4 dan bulan 5 pengaspalan sudah ada di tahun sebelum-sebelumnya,” ungkap Dhafir, Jumat, 5 Juli 2024.
Menurutnya, realisasi di sektor riil seperti pembangunan fisik sudah sepatutnya tergarap pada awal triwulan II. Faktanya, lelang pembangunan saja belum berjalan.
“Nyatanya tahun ini lelang saja belum. Kapan mau dikerjaan? Sekarang sudah masuk bulan ke-7 (Juli),” sergah Ketua DPC PKB Bondowoso ini.
Realisasi pembangunan fisik disebut berdampak ke perekonomian masyarakat. Salah satunya untuk mempermudah akses ekonomi warga.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso, Andi Hermanto senada dengan Ahmad Dhafir.
“Untuk serapan anggaran masih lebih baik tahun kemarin,” ungkap Andi.
Legislator PDIP ini menyatakan, Tim Anggaran Pemkab Bondowoso belum matang dari sisi perencanaan.
“Persiapan belum matang dari pemerintah daerah untuk segera melakukan kegiatan-kegiatan, terutama masalah infrastuktur yang belum jalan sampai hari ini,” tegasnya.
Ia menilai perihal infrastruktur di Kabupaten Bondowoso sangat parah dan banyak ruas jalan rusak yang menghambat akses warga.
“Terus terang infrastruktur di Bondowoso kan sangat parah. Kalau tidak dibarengi dengan (realisasi pembangunan) itu, akan tambah rusak,” nilainya.
Sementara Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto belum bisa dikonfirmasi sampai berita ini ditulis.
Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon dari beritajatim.com belum direspon. [awi/beq]







1 Komentar
Secara faktual Bondowoso membutuhkan pemimpin yg transformatif sehingga mampu melahirkan pemikiran pemikiran yg konstruktif (bukan parsial sebagaimana yg selama ini dipublikasikan di medsos). Pemimpin saat ini harus memiliki mimpi dalam konteks mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Ayo rakyat Bondowoso “pilihlah peemimpin yg memiliki leader concept yg jelas dan jangan berdasar opportunis dan hanya mampu melahirkan harapan semu”. Bravo…