Malang (beritajatim.com) – Tim pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) membantu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi UMKM Las Kubah Putra Mandiri di Desa Sugihan, Trenggalek. Tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa ini memberikan solusi berupa konvergensi teknologi.
Tim pengabdian yang terdiri atas 1) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd. 2) Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd., M.Pd. 3) Dr. Rochmawati, M.Pd. 4) Andika Bagus N.R.P., S.Pd., M.Pd. 5) Ayu Anggraini 6) Ayu Dwi Rahmawati 7) Firdausi Ramadhan, S.Pd 8) Eldiana Yanuar Anisa Putri 9) Ihtiar Rizqi Rahmatullah 10) Atiris Silmi. Tim ini merancang mesin multiguna 2 in 1 penekuk plat dan membuat profil plat baja.
Salah satu anggota tim, Andika Bagus menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Konvergensi Teknologi: Integrasi Mesin Las Listrik Low Temperature Sensor sebagai Optimalisasi Produksi dan Percepatan Waktu Produksi UMKM Las Kubah Putra Mandiri di Ds. Sugihan, Trenggalek”. Kegiatan ini diselenggarakan di desa Sugihan, Kabupaten Trenggalek, dengan 11 peserta yang terdiri dari tim pengabdian dan pihak mitra.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada UMKM dalam menerapkan konvergensi teknologi. Teknologi inovatif ini dapat mengoptimalkan dan mempercepat waktu produksi, meningkatkan kualitas produk secara signifikan sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas UMKM,” ungkap Andika, Rabu (3/7/2024).
Kegiatan pengabdian dilakukan selama tiga bulan terhitung sejak bulan Juni hingga Agustus tahun 2024. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan mesin beserta fungsinya.
“Pada sosialisasi ini, peserta diberikan wawasan terkait bagian-bagian mesin beserta fungsinya. Melalui sosialisasi akan memudahkan pihak mitra dalam memanfaatkan mesin inovasi yang telah dirancang,” ucap dosen teknik UM ini.
Setelah sosialisasi, tim pengabdian melakukan pelatihan secara intensif agar pihak mitra dapat memahami pemanfaatan mesin secara lebih mendalam. Peserta antusias mengikuti materi dan pelatihan yang diberikan.
Mereka berkesempatan untuk mempraktikkan penggunaan mesin multiguna 2 in 1 penekuk plat dan membuat profil plat baja secara langsung. UMKM Las Kubah Putra Mandiri merupakan contoh sukses penerapan konvergensi teknologi dalam meningkatkan usahanya.
Kegiatan pengabdian diakhiri dengan optimisme dari para peserta. Nursalis, pemilik UMKM Las Kubah Putra Mandiri, menyampaikan terima kasihnya atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur atas kesempatan ini. Dengan penerapan mesin multiguna 2 in 1 ini, kami yakin dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha kami,” imbuhnya.
Nursalis juga berharap agar program seperti ini dapat terus diadakan untuk membantu UMKM di Trenggalek dalam meningkatkan daya saingnya.

Tim pengabdian UM berkomitmen untuk terus mendukung UMKM di Indonesia melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan pengabdian UM menjadi salah satu contoh nyata bagaimana konvergensi teknologi dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan UMKM di Indonesia terus berkembang dan maju sehingga berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Sebagai informasi, UMKM Las Kubah Putra Mandiri yang berlokasi di Desa Sugihan, Trenggalek, merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang pembuatan kubah masjid dan berbagai produk berbahan plat baja lainnya. UMKM ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar.
Namun, ditengah potensinya yang besar, UMKM Las Kubah Putra Mandiri masih dihadapkan pada beberapa kendala yang menghambat pertumbuhannya. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan teknologi yang digunakan dalam proses produksi.
Keterbatasan ini menciptakan beberapa hambatan seperti proses produksi yang lambat dan tidak efisien, kualitas produk yang tidak konsisten, dan biaya produksi yang tinggi. Dengan latar belakang tersebutlah inisiatif tim pengabdian UM dilakukan. (dan/ted)






