Ponorogo (beritajatim.com) – Kalangan legislatif di bumi reog turut mengomentari kejadian pengunjung Grebeg Suro yang digetok harga tak wajar saat makan di Alun-alun Ponorogo. Dengan peristiwa yang terjadi dan korbannya merupakan warga luar kota, tentu sangat disesalkan. Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto menilai bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tidak memberikan pendidikan yang cukup untuk pelaku UMKM atau pedagang makanan dan minuman di Alun-alun Ponorogo.
“Kalau ini terjadi (getok harga-red) dan ada korbannya, berarti Pemkab tidak memberikan pendidikan yang cukup untuk pada pelaku UMKM atau pedagang,” kata Sunarto, Selasa (02/07/2024).
Grebeg Suro merupakan suatu kegiatan rutin yang setiap tahun diadakan di Kabupaten Ponorogo, harusnya kata Sunarto hal – hal seperti itu sudah diantisipasi sebelumnya. Dia juga menyinggung gelaran pembukaan Grebeg Suro beberapa waktu lalu. Event yang merupakan tingkat nasional, harusnya sudah memikirkan plan A dan plan B, jika terjadi kejadian alam seperti hujan. “Hujan yang terjadi saat pembukaan Grebeg Suro beberapa hari lalu, menunjukkan bahwa itu merupakan kelemahannya,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, pengunjung Grebeg Suro yang digetok harga tak wajar saat makan di Alun-alun Ponorogo, juga sampai terdengar di telinga Bupati Sugiri Sancoko. Orang nomor 1 di Ponorogo itu, sangat menyayangkan kejadian itu terjadi. Terlebih, yang yang menjadi korban getok harga tak wajar merupakan orang luar kota bumi reog.
Menurut Bupati Sugiri, sebagai daerah yang menambahkan diri sebagai kota wisata, tentu kesadaran untuk memanjakan pengunjung tidak hanya dimiliki segelintir orang. Dengan penetapan daerah destinasi wisata ini, harus barang pasti masyarakat harus baik. Keindahan lingkungan harus dijaga kebersihannya. “Kesadaran sebagai kota wisata tidak harus dimiliki segelintir orang. Masyarakat Ponorogo harus baik untuk sadar wisata,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko.
Tak terkecuali dengan suguhan di bidang kulinernya. Warung atau rumah makan harus higienis dan bersih. Pelaku usaha makanan dan minuman harus menjaga kualitas rasanya. Yang tidak kalah penting, harganya juga standar. “Kita akan tegur pedagangnya,” katanya. (end/kun)






