Malang (beritajatim.com) – Calon wakil wali Kota Malang Ahmad Fahrih Sulaiman mengobrol santai bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya pada Senin, 24 Juni 2024. Politisi PKB itu membahas sejumlah hal mulai dari persiapan Pilwali hingga pendidikan maupun persoalan sosial lainnya.
Hal yang menjadi sorotan adalah dunia pendidikan. Dia yang kini berada di Komisi D DPRD Kota Malang mengaku sangat konsentrasi dengan dunia pendidikan.
Dia menyebut, persoalan dunia pendidikan khususnya ada pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sebarannya belum merata. Seperti di Dapilnya di Kecamatan Lowokwaru jumlah SMP tidak sebanding dengan cakupan luas wilayah kecamatan padahal sekolah menggunakan sistem zonasi.
“Sekarang SMPN sudah 30 an sekolah. Meski jumlahnya diperbanyak tetap tidak bisa menampung. Di Lowokwaru ada persoalan mau ditambah SMP Negeri. Tapi itu akan mematikan SMP swasta yang ada. Seperti SMP Wahid Hasyim maupun SMP Muhammadiyah,” ujar Gus Fahrih.
Sebagai solusinya dia menyarankan pemberdayaan bagi SMP Swasta. Bahkan dia menyarankan ada APBD yang disiapkan untuk memperdayakan SMP swasta. Diawali dengan tunjangan tenaga pendidik lalu dilanjutkan dengan pemenuhan sarana dan prasarana sehingga SMP Swasta sama dengan SMP Negeri bisa menerapkan sekolah gratis.
Dengan begitu pemerataan jumlah siswa antara SMP Negeri dengan SMP Swasta bisa berimbang tidak didominasi sekolah swasta.
“Menurut saya, salah satu solusi dengan memberdayakan sekolah-sekolah swasta yang telah ada. Jika anggaran pendidikan bagi sekolah swasta ditambah akan bisa menerapkan sekolah gratis. Tentunya saja kebijakan ini tidak akan diterapkan dengan paksaan. Bagi sekolah swasta yang enggan menerapkan sekolah gratis tetap dipersilahkan untuk seperti biasanya,” ujar Fahrih.
Pria yang akrab disapa Gus Fahrih ini telah resmi mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota Malang lewat DPC PKB Kota Malang. Perkara rekom dia menyerahkan kepada partai meski dia yakin rekom itu akan turun kepadanya.
Hasil survei salah satu lembaga survei menunjukan nama Gus Fahrih berada diurutan ke 9 dengan angka 2,2 persen. Gus Fahrih menyadari survei yang dilakukan pada Mei 2024 lalu tidak memuaskan. Untuk itu, dia terus berusaha menaikan popularitas dengan memasang sejumlah banner disudut-sudut Kota Malang.
“Karena masih ada survei lagi yang akan dirilis Juni, Juli dan Agustus. Makanya saya berusaha meningkatkan popularitas. Kami yakin angkanya (hasil survei) akan terus meningkat. Itu kan kemarin kita belum pasang banner,” ujar Gus Fahrih. (luc/ian)






