Magetan (beritajatim.com) – Ketua DPRD Magetan, Sujatno, menyayangkan maraknya video syur atau asusila yang melibatkan oknum pelajar di Magetan.
Legislator PDI Perjuangan itu berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dan mempertimbangkan pembuatan Perda Susila (Susunan dan Tata Kehidupan Keluarga) di Magetan.
“Saya selaku Ketua DPRD Magetan menyayangkan kejadian seperti itu, dan tentunya berharap ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi ya sekolah, orang tua, dinas terkait, atas kejadian seperti itu jangan sampai terjadi lagi,” ujar Sujatno.
Sujatno menekankan pentingnya pendidikan karakter dan sopan santun bagi para pelajar, selain pendidikan akademik. Ia juga mendorong peran aktif keluarga, dinas terkait, dewan pendidikan, dan pihak-pihak lain dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Pendidikan itu tidak hanya pendidikan akademik ya. Jadi tidak hanya melulu pendidikan akademik yang dikejar prestasi akademik. Eh tentunya perilaku ini juga harus menjadi pendidikan juga ya. Jadi pendidikan perilaku ya lalu sopan santun dan yang lain-lain. Nah ini harus sudah diantisipasi oleh semua pihak,” jelas warga asli Desa Mojorejo Kecamatan Kawedanan Magetan itu.
Menanggapi pertanyaan media tentang seberapa perlu Perda Susila di Magetan, Sujatno menyatakan bahwa hal tersebut perlu dikaji lebih lanjut.
“Saya kira dari kejadian-kejadian yang ada ya ini sangat perlu bentuk antisipasi karena sebenarnya peraturan-peraturan asusila ini sudah ada baik secara nasional. Kami tinggal meneruskan di Perda. Nah ini menjadi kajian dan masukan bagi kami ya. Kalau memang perlu, dengan segera kami masukkan ke propemperda atau program pembuatan peraturan daerah di Kabupaten Magetan,” papar Sujatno. [fiq/ian]






