Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka mencegah kekerasan dan perundungan pada siswa di lingkungan Madrasah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menjalin sinergitas dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Mojokerto. Sinergitas tersebut diwujudkan dalam Launching program Gerakan Madrasah Majapahit Peduli Anak dan Lingkungan (Gemmpal) di MTs2N Mojokerto.
Launching yang diinisiasi oleh Kankemenag Kabupaten Mojokerto tersebut diresmikan dengan penandatanganan plakat launching oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan Kepala Kankemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin. Penandatanganan tersebut lalu dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono,dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Ulum Rokhmat.
Melalui arahannya, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menuturkan bahwa sinergitas antara Pemkab dan Kankemenag Kabupaten Mojokerto tersebut bisa diwujudkan lantaran sebelumnya Pemkab Mojokerto telah mempunyai Program ‘Tirai Begawan’. Tirai Begawan sendiri merupakan akronim dari ‘Hentikan Kekerasan Awali Pembelajaran Gapai Siswa Aman’.
“Tirai Begawan ini adalah kegiatan yang berfokus untuk menyikapi dan permasalahan terkait bullying yang parah di tengah anak-anak kita. Pada pelaksanaannya, Tirai Begawan melibatkan 3 elemen pemerintahan atau kedinasan, termasuk Kementerian Agama, sehingga program Gemmpal nantinya diharapkan bisa berkesinambungan dengan program Tirai Begawan,” ungkapnya, Jumat (21/6/2024).
Terkait perundungan atau bullying dan kekerasan di lingkungan pendidikan, lanjut Bupati, sudah ada dasar hukumnya yang melibatkan beberapa Kementrian. Termasuk Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2). Bupati mengapresiasi Program Gemmpal.
“Karena selain berfokus pada pencegahan bullying pada siswa, Program Gemmpal juga turut mengajak siswa untuk peduli pada lingkungan. Saya berterima kasih kepada Kemenag Kabupaten Mojokerto atas perhatian terhadap lingkungan melalui aplikasi ini, menurut saya sangat bagus sekali, karena sampah merupakan masalah lingkungan yang tidak bisa kita hiraukan,” tandasnya.
Program Gemmpal telah memiliki konsep berbasis aplikasi demi menarik minat siswa untuk berpartisipasi langsung dalam menjaga kebersihan dengan mengumpulkan sampah anorganik yang nantinya bisa dijual melalui aplikasi tersebut. Launching ditutup dengan penyerahan sertifikat Stratifikasi UKS dengan kategori ‘Paripurna’ kepada Kepada MTSN 2 Mojokerto dan Kepada MAN 1 Mojokerto. [tin/ian]
![Bupati Mojokerto Gandeng Kankemenag Launching Program Gemmpal, Ini Tujuannya Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat menghadiri launching program Gerakan Madrasah Majapahit Peduli Anak dan Lingkungan (Gemmpal) di MTs2N Mojokerto, Jumat (21/6/2024). [Foto: Ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240621-WA0046_foA4PMsT5Z-1024x684.jpeg)





