Blitar (beritajatim.com) – Banteng Jogja menghadiri Haul Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan momentum bagi Banteng Jogja menggembleng mental juang melawan penindasan.
Menggunakan 8 unit bus, rombongan yang terdiri dari pengurus DPC, anggota dewan terpilih, serta segenap pengurus PAC, Ranting, hingga personel Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Kota Yogyakarta tiba di makam Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno pada Kamis (20/6/2024). Mereka berziarah dan memanjatkan doa di pusara Sang Proklamator itu.
“Perjalanan ke Perpustakaan Bung Karno, ziarah Bung Karno dan doa bersama ini bagian dari menghikmati perjuangan Proklamator RI, Bung Karno yang berjuang demi bangsa dan negara memproklamirkan Indonesia merdeka,” kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta.
Saat memberangkatkan seluruh rombongan ziarah dan doa bersama, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyampaikan pesan agar seluruh peserta selamat selama perjalanan hingga kembali ke Yogyakarta. Tak lupa, dia menekankan kewajiban Banteng Jogja untuk menjadikan para pejuang, terutama Bung Karno, sebagai suri teladan yang selalu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.
“Banteng Jogja wajib meneladani apa saja yang telah dikerjakan oleh para pejuang bangsa. Bung Karno yang lebih penting kan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan keluarga. Bung Karno sangat berani melawan penindasan dan bersama para pejuang bangsa yang lain bersungguh sungguh berjuang memerdekakan Indonesia. Kita harus meneladani keberanian Bung Karno melawan penindasan, melawan eksploitasi, melawan penjajahan,” kata Eko Suwanto, politisi muda partai berlambang banteng itu.
Sejarah perjuangan kebangsaan Indonesia mencatat, Bung Karno dengan Pancasila 1 Juni 1945 telah memberikan fondasi ideologi bangsa yang penting jadi pedoman bernegara.
Di bulan Juni, yang kini diperingati sebagai bulan Bung Karno ada peringatan hari lahir Pancasila, lalu 6 Juni 1901 sebagai hari lahir Ir Soekarno, di Peneleh Surabaya pada 21 Juni 1970 wafatnya Proklamator lalu dimakamkan di Blitar.
“Ziarah ke makam Proklamator RI di Blitar jadi pengingat bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk lebih mementingkan kehidupan berbangsa dan bernegara diatas kepentingan pribadi dan keluarga,” kata Eko. [beq]






