Jember (beritajatim.com) – Ratusan orang pelajar bertanding secara daring game Mobile Legend, Free Fire, dan e-Football memperebutkan Piala Bupati, di Gedung Jember Nusantara, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/6/2024).
Kurang lebih ada 400 orang peserta yang berkompetisi. “Pemkab Jember mengapresiasi kegiatan ini, karena memberi stigma positif terhadap game, yang mungkin selama ini orangtua menganggap game membuat anak-anak jadi mager (malas gerak) dan sebagainya,” kata Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jember Harry Agustriono.
Melalui kompetisi ini, Pemkab Jember ingin menunjukkan bahwa game juga bisa membuat anak menjadi kreatif kalau bisa menyalurkannya. “Yang jelas, selain e-sport, game masuk ke dalam satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Tentunya ini akan memberikan semangat bagi para milenial, selain memakai, juga bisa mengembangkan game-game yang menjadi passion mereka,” kata Harry.
Menurut Harry, generasi milenial dan Gen-Z punya kegemaran berbeda. “Mereka punya talenta tersendiri yang masuk ke dalam olahraga dan ekonomi kreatif. Bupati memberikan ruang ini. Kalau bisa Jember menjadi barometer sebagaimana disampaikan panitia,” katanya.
“Kalau Jember berkembang, bisa jadi barometer ke depan. Di sini kan banyak kampus dan mahasiswa. Anak-anak muda diharapkan lebih kreatif. Mereka datang ke Jember untuk bisa bersparring partner atau ada turnamen-turnamen seperti ini,” kata Harry.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember Edi Budi Susilo senang dengan terselenggaranya kejuaraan itu. “Ini pasar anak muda. Biasanya di KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) macam-macam kegiatannya. Hari ini khusus anak muda,” latanya.
“Kami akan terus kembangkan pada masa-masa mendatang. Kami akan banyak memberikan fasilitas sekaligus perangsang bagi anak-anak muda itu untuk terus berkembamg. Insyaallah sekitar September kami akan lakukan (gelar) lagi,” katanya. [wir]






