Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto memperkenalkan maskot Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto 2024. Maskot Pilwali Mojokerto 2024 berupa sepasang burung Garuda ini diperkenalkan dalam saat Peluncuran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto di GOR Seni Mojopahit, Kota Mojokerto, Rabu (12/6/2024).
Sepasang burung Garuda tersebut diberi nama Kerto dan Kerti. Kerto diambil dari penggalan Mojokerto yang berarti kemakmuran, keadilan, kesejahteraan dan lain-lain, sedangkan Kerti diambil dari akhiran pengerti. Kerto dan Kerti berkonotasi sepasang untuk memberi keadilan kepada laki-laki dan perempuan, utamanya pada Pilwali Mojokerto 2024.
KPU Kota Mojokerto juga meluncurkan jingle Pilwali Mojokerto 2024 dengan judul ‘Mojokerto Kota Keren’. Lirik jingle dibuat dalam bahasa Jawa Mojokertoan dicampur Bahasa Indonesia yang berisi ajakan kepada masyarakat Kota Mojokerto untuk memberikan suaranya dalam Pilwali yang akan digelar 27 November 2024 mendatang.
“Maskotnya ini ada dua, laki-laki dan perempuan. Kenapa kita pilih laki-laki dan perempuan? Karena kalau nanti kita hanya laki-laki, itu jangan-jangan calonnya perempuan. Kalau hanya perempuan maka nanti bapak-bapak protes karena itu maskot ini dua simbol laki-laki dan perempuan,” ungkap Ketua KPU Kota Mojokerto, Syaiful Amin.
Kerto diambil dari suku kata terakhir dari Mojokerto yang bermakna sejahtera dan bahagia, sementara Kerti diambil suku terakhir Pekerti. KPU Kota Mojokerto berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Mojokerto pada tahun 2024 akan menghasilkan pemimpin yang bisa mensejahterahkan dan membahagiakan rakyatnya.
“Sekaligus juga menjadi Kota Mojokerto jauh lebih berbeda pekerti di masa-masa yang akan datang. Kita juga meluncurkan jingle berisi seruan moral untuk tidak memilih karena uang, kalau memilih karena uang mungkin sampai kiamat orang baik, orang berkualitas tidak akan pernah menjadi wakil rakyat atau menduduki jabatan eksekutif,” katanya.
Menurutnya jika perilaku pemilih dengan memilih wakil rakyat karena uang maka biaya politik sangat besar sehingga nantinya akan berbahaya bagi kehidupan di Kota Mojokerto. Karena lanjut Amin, akan menghantarkan calon pemimpin duduk kursi pesakitan atau dibalik jeruji hanya karena perilaku politik memilih karena uang.
“Apakah masyarakat Kota Mojokerto memilih karena uang? Tanggal 27 November 2024, kita datang ke TPS memilih karena patut untuk dijadikan pemimpin bukan memilih karena dapat uang. Siapapun punya hak yang sama menjadi wakil rakyat dengan catatan Anda mengubah pola pilih kita semua dari pemilih karena uang menjadi pemilih karena pantas dipilih untuk menjadi pemimpin,” harapnya.
Sementara itu, Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moch Ali Kuncoro dalam sambutannya mengatakan, satu-satu yang diperkenankan secara hukum di Indonesia untuk membelah persepsi masyarakat itu adalah Pemilihan Umum (Pemilu). “Ini dilindungi oleh Undang-undang untuk membelah persepsi masyarakat. Pemilu atas nama demokrasi,” ujarnya.
Mas Pj (sapaan akrab, red) mengingatkan agar perbedaan pandangan dan pilihan akan membuat perpecahan. Menurutnya, jika bisa dibicarakan dengan baik-baik, kenapa harus berteriak. Ia menilai masyarakat Kota Mojokerto sudah cukup dewasa untuk melaksanakan Pemilu dengan baik, damai, teduh, berintegritas, aman, lancar dan jujur adil.
“Karena kesuksesan Pemilu itu ada beberapa aspek, tidak hanya penyelenggara Pemilu. Di samping itu, harus ada regulasi, peran parpol, peserta Pilkada. Siapapun yang akan berkonstentasi bisa menghadirkan sebuah keteguhan, suasana keceriahan. Seluruh elemen yang ada, termasuk media, TNI/Polri, pemerintah menjadi satu kesatuan. Bhineka Tunggal Ika,” tuturnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, berharap tidak ada pecah belah dan tidak percaya dengan berita hoax. Semua elemen memiliki understanding sehingga akan muncul trust dan respect sehingga diharapkan kedepan Kota Mojokerto mampu menjadi lokomotif, tidak saja di Jawa Timur namun juga nasional.
Turut hadir dalam Peluncuran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf M Iqbal Prihanta Yudha dan sejumlah stockholder terkait. [tin/aje]
![KPU Kota Mojokerto Kenalkan Maskot Kerto-Kerti dan Jingle ‘Mojokerto Kota Keren’ Maskot Kerto dan Kerti KPU Kota Mojokerto untuk Pilwali Kota Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240613-WA0031.jpg)






