Surabaya (beritajatim.com) – RPH Kota Surabaya akan memberdayakan 180 warga setempat untuk tenaga pengkarkasan pada Perayaan Idul Adha 2024. Direktur Utama RPH Kota Surabaya, Fajar Arifianto menyebut, 180 orang ini rutin diberdayakan setiap tahun.
Kata Fajar, selain butuh tenaga kerja tambahan, perekrutan pekerja musiman ini untuk membumikan pesan keislaman tolong menolong.
“Diantara kepanitiaan ini kita juga memanfaatkan warga setempat, yang dikerjakan setiap tahunnya sebagai [freeline]. Jadi, mulai dari penyembelihan dan ongkos potong, kemas, kirim ini sekitar Rp2,5 juta,” terang Direktur RPH, Fajar, Sabtu (8/6/2024) sore.
Menurut Fajar, mereka nanti mengisi kepanitiaan saat Idul Adha di RPH Surabaya. Di mana, jumlah 180 orang akan dibagi ke dalam dua tim, satu tim bagian pemotongan dan satu lagi pengemasan. “Ada 10 tim pengemasan. Tim pengemasan nanti ada 10 orang. Dan untuk pemotongan nanti ada 8 tim. Jadi ketika ditotal jumlahnya ada 180 pekerja warga,” rincinya.
Sedangkan, lanjut Fajar, jagal penyembelih hewan kurban di RPH nanti akan ada 4 orang. Dijelaskan, 4 orang tersebut ialah juru sembelih yang memiliki kompetensi, dan juga bersertifikat BNSP.
“180 orang ini di luar dari mereka 4 juru sembelih halal (Juleha). Juleha disiapkan dari RPH. Mereka adalah orang orang yang memiliki berkompetensi dan bersertifikat BNSP. Orangnya soleh akhlaknya baik,” imbuh Fajar.
Direktur RPH Surabaya ini juga optimistis bahwa target penjualan hewan kurban tahun 2024 akan meningkat, sebanyak 20 persen, dibanding tahun lalu. “Tahun 2023 lalu penjualan hewan kurban di RPH Surabaya, 71 ekor sapi terjual. Mudah – mudahan di tahun 2024 bisa mencapai 100 ekor terjual. 20 persen peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun lalu,” pungkasnya. (ram/kun)






