Lumajang (beritajatim.com) – Pencarian hari ketiga dilakukan, kali ini para petugas dan bantuan sejumlah relawan menemukan tubuh korban ketiga atas nama Rohim warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo , Kamis (6/6/2024) pada pukul 18.45 WIB
Rohim ditemukan dengan bantuan alat berat di area sekitar penemuan tubuh korban penambang pertama juga ditemukan. Korban tertimbun material tanah sedalam 20 meter, dan ditemukan 30 meter dari penemuan tubuh korban Kusnadi, beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Pronojiwo Iptu Wahono. Ia melanjutkan, keberadaan alat berat dan K-9 anjing pelacak kepolisian membantu proses pencarian. Lalu, pencarian korban ke-4 lainnya yang masih tertimbun, akan dilanjutkan pada Jumat (7/6/2024)
“Korban ditemukan sedalam 20 meter di dalam tanah, dan 30 meter jaraknya dari lokasi penemuan korban pertama. Pencarian sisanya akan tetap dilanjutkan Jumat” terangnya, sekitar pukul 20.18 WIB.
Diketahui, Rohim merupakan warga asal Dusun Besuk Cukit Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang yang menjadi penambang pasir manual alias pamalir. Setelah itu, korban ketiga dilarikan ke Puskesmas Pronojiwo sebelum akhirnya dilakukan pemulasaraan di rumah duka.
Sebelum diserahkan kepada keluarga jenazah diambil sidik jari dan DNA untuk memastikan bahwa jenazah tersebut benar adalah Rohim.
Hingga hari ketiga proses pencarian ditemukan tiga korban longsor dalam keadaan tak bernyawa yakni Kusnadi (40) warga Desa Pronojiwo ditemukan lebih dulu pada Selasa (4/6) sore, kemudian pada Rabu (5/6) ditemukan Dwi Suprapto dan Kamis ini ditemukan korban Rohim.
Masih ada satu korban yang belum ditemukan yakni Junaidi (26) warga Kabupaten Malang. Proses pencarian malam ini dihentikan sementara dan pencarian akan dilanjutkan pada Jumat (7/6) pagi
Rosid Relawan Bencana Gunung Semeru mengatakan, agar masyarakat selalu waspada di area penambangan. Pasalnya, sejak pencarian dilakukan banyak warga berdatangan untuk melihat langsung proses evakuasi di lokasi.
“Korban ditemukan lagi atas nama Rohim, selaku penambang pasir manual. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas lalu ke rumah duka. Selalu waspada untuk warga sekitar lokasi tertimbunnya para penambang” terangnya. (ted)






