Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, kebakaran yang disebabkan oleh percikan api umumnya selalu dimulai dari kecil. Melihat kondisi itu menjadi penting untuk memahami dan belajar mitigasi dasar kebakaran sejak dini, termasuk bagi ibu-ibu rumah tangga.
“Dengan pengetahuan dasar yang diberikan, ibu-ibu diharapkan bisa mencegah kebakaran yang lebih besar. Minimal mereka tidak panik dan bisa segera melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir resikonya,” ujar Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan.
Misalnya, kata Yoppy, kebakaran kompor tidak dianjurkan untuk dipadamkan menggunakan air. Tetapi bisa menggunakan handuk, selimut, atau karung goni basah.
“Jika kebakaran menimpa suatu benda, segera pisahkan benda-benda itu dari benda lain di lingkungan tersebut agar tidak menjalar dan menjadi lebih besar apinya,” kata Yoppy.
Selain itu, lanjut Yoppy, untuk menghindari terjadinya kebakaran, ibu-ibu diminta untuk lebih berhati-hati. Jangan meninggalkan setrika dalam keadaan hidup, lupa mematikan kompor saat tidak digunakan, atau membakar sampah sembarangan.
“Saat di rumah matikan segera instalasi listrik jika tidak digunakan, dan kenali jenis kebakaran itu sendiri,” ujarnya.
Selain ibu-ibu rumah tangga, pelatihan tanggap bencana juga diberikan kepada para siswa se-Banyuwangi. Tak hanya tentang mitigasi kebakaran, mereka juga diajarkan tentang upaya penyelamatan saat terjadi bencana alam. Seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor, banjir, dan sebagainya. (rin/ian)






