Lamongan (beritajatim.com) – Baliho Bakal Balon Bupati Lamongan mulai bermunculan. Terbaru, tampak ratusan baliho berukuran jumbo yang bergambar Gus Imam Machmudi turut mewarnai jalanan di wilayah Lamongan.
Adapun baliho itu terpampang di beberapa titik antara lain di perempatan Pasar Sidoarjo Lamongan, Jl Veteran, tepatnya depan SMAN 1, Pertigaan Jl Veteran Lamongan – Babat dan pojok Gedung DPRD Kabupaten Lamongan serta perempatan Jl Pahlawan.
Baliho juga terlihat di pertigaan Jl Karanglangit, pertigaan Sukodadi, Pucuk, depan Pasar Agrobis, pertigaan Babat arah Ponpes Langitan, pertigaan Nguwok dan Kedungpring. Serta di sepanjang jalan wilayah Kecamatan Sugio dan Kecamatan Sukodadi.
Baliho Gus Imam Machmudi itu memiliki warna yang mencolok dan mengusung tagline “Harapan Baru Lamongan”. Gus Imam Machmudi seolah menjadi penantang baru di saat Yuhronur Efendi (incumbent) dan Abdul Ghofur (Ketua DPRD Lamongan) bersaing ketat.
Atas munculnya baliho-baliho tersebut, Pengamat Hukum dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Dr. Prawitra Thalib menilai bahwa perlunya pemimpin yang mampu membawa perubahan nasib warganya agar lebih baik dari kondisi sebelumnya.
“Saya memang sering mendengar beberapa persoalan di Lamongan. Mulai infrastruktur, jalan yang menjadi poros kehidupan warga, dan birokrasinya. Hampir semuanya sedang bermaslah,” kata Kaprodi Magister Kajian Ilmu Kepolisian, Pascasarjana UNAIR ini, Selasa (4/6 2024).
Oleh sebab itu, pengajar S1, S2 dan program Doktoral Fakultas Hukum UNAIR ini menuturkan bahwa sangat tepat jika Bakal Calon Bupati Lamongan untuk Pilkada nantinya mengusung tema perubahan dan harapan baru untuk warganya.
Terlepas apa motivasi dan semangatnya, hadirnya tokoh baru yang belakangan diketahui Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Khidmah, Lamongan tersebut dinilai akan menjadi pembeda dengan kandidat Calon Bupati Lamongan lainnya.
Sementara itu, Gus Imam Machmudi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa baliho tersebut bukan bermaksud untuk menyindir orang lain, tapi mengajak seluruh masyarakat Lamongan agar terus optimis dan tak pesimis.
“Kalau saya boleh jujur, sebenarnya sudah sangat lama banyak tokoh-tokoh di Jakarta dan masyarakat Lamongan yang mendorong saya maju jadi Calon Bupati Lamongan. Tapi sampai hari ini, saya belum memikirkan itu (niat maju),” terang Gus Imam di Pondoknya, Jl Tegal Agung No 99 Dusun Wringin Anom, Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu ini.
Dorongan untuk maju sebagai Calon Bupati itu juga berasal dari jamaah Ponpes Nurul Khidmah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tak dipungkiri, bahkan dorongan itu juga diakui berasal dari sejumlah kiai besar NU, habaib hingga kepala daerah lain dan pejabat aktif, baik dari kalangan TNI maupun kepolisian.[riq/beq]






