Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang, HM Sanusi, telah disurati PDIP dan dikabarkan itu terkait Pilkada 2024. Namun, ternyata surat tersebut bukan rekomendasi bagi Sanusi untuk maju jadi Calon Bupati (Cabup) di Pilkada Malang nanti.
Surat tersebut ternyata hanya undangan biasa untuk mengikuti pemantapan dalam pemenangan Pilkada serentak 2024.
Euforia rekom itu sebelumnya sempat ditanggapi serius oleh Sanusi. Saat acara panen padi di Kecamatan Turen, ia mengiyakan adanya rekom.
Akan tetapi, beberapa jam kemudian, statmen itu berubah ketika ditanyakan ulang di Satpas Tegaron, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2024).
Sanusi menyebut, dirinya mendapat undangan untuk mengikuti pemantapan batch-1 tim pemenangan dalam Pilkada serentak 2024 yang akan dilaksanakan dari tanggal 5-7 Juni 2024 di Seruni Hotel The Fountains Hotel, Jalan Pirus, Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Rekomendasi aslinya belum. Itu pembekalan dan pendidikan. Nanti setelah proses pembekalan dan pendidikan nanti itu dilakukan,” ucap Sanusi, Jumat (31/5/2024)
Undangan itu memang ditujukan kepada beberapa calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada serentak, termasuk Sanusi. Sanusi mengaku, sudah menyediakan payung sebelum hujan. Dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa partai agar memenangkan dirinya. Diantaranya, PKB, Gerindra, Nasdem dan Demokrat.
“Untuk Golkar masih dalam komunikasi. Tapi sudah ketemu. Nanti pada akhirnya bertemu antar pimpinan. Karena rekom itu yang tanda tangan adalah ketua umum dan sekjen,” tegasnya.
Jika betul rekomendasi itu turun kepada dirinya, Sanusi mengaku akan mengerjakan beberapa program unggulan. Antara lain pembangunan infrastruktur.
Selain itu, juga pengembangan tentang industrialisasi pengolahan produk pertanian dan potensial daerah. Utamanya food estate. Nanti, akan dikembangkan menjadi kawasan industri khusus yang mengelola produk pertanian menjadi bahan jadi.
“Nanti ada produk pengalengan ikan, produk pembuatan makanan jadi, produk pengalengan buah-buahan,” ucapnya.
Lokasi kawasan industri itu berada di area Bululawang sekitaran PT Lesaffre Sari Nusa yang sudah terbangun lebih dulu. Luas tanah yang disediakan seluas 300 hektare.
“Lokasi berada di Bululawang, sekitaran PT Lesaffre Sari Nusa yang sudah terbangun lebih dulu memproduksi dari tetes tebu menjadi ragi untuk bahan pembuatan roti di Amerika dan Eropa,” pungkas Sanusi. [yog/beq]






