Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka kursus bahasa dan budaya Jawa bagi masyarakat Johor Malaysia. Kursus ini menjadi cikal bakal terbentuknya pusat budaya Jawa di Johor.
Koorpordi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Unesa Latif Nur Hasan mengatakan, pelatihan akan digelar daring dengan 16 kali pertemuan yang terbagi menjadi 8 unit, di antaranya unit tembang Jawa dan aksara Jawa.
“Semua itu akan diajarkan sebagai pengenalan terhadap budaya Jawa. Kegiatan ini berjalan sampai akhir Juli, dan pada September akan launching mata kuliah Bahasa dan Budaya Jawa di kurikulum Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM),” katanya, Kamis (30/5/2024).
Latif mengungkapkan, pelatihan ini fokus untuk memberikan bekal kemampuan bahasa dan budaya Jawa dasar. Ke depan, juga akan dikembangkan pelatihan untuk tingkat anak-anak.
“Di UTHM, mata kuliah Bahasa dan Budaya Jawa telah dimasukkan ke dalam kurikulum dengan bobot SKS yang diampu oleh dosen-dosen dari Unesa,” ungkapnya.
Menurutnya, peminat belajar bahasa Jawa di luar negeri terbilang banyak, termasuk warga Suriname. Karena itu kegiatan di Malaysia ini diharapkan menjadi role model untuk kegiatan di negara lain.
“Termasuk pengembangannya, ditingkatkan dari kurikulum dasar ke tingkat lanjut termasuk pengembangan modul dan tenaga pengajar,” ujarnya.
Dia berharap, program ini bisa menjadi cikal bakal pusat budaya Jawa. Sehingga bisa bermanfaat bagi banyak pihak, dan ke depan bisa berkembang lagi tidak hanya di Malaysia, tapi juga negara-negara lain.
Atdikbud Johor Prof Firdaus melihat, sebagai kegiatan pertama kali, tanggapan masyarakat Malaysia sangat antusias, sehingga diharapkan kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan ke depan.
“Kegiatan ini akan menjadi inisiasi terbentuknya pusat budaya Jawa di Johor. Agenda ini penting untuk menjaga local wisdom. Semoga ini menjadi daya tarik baru bagi generasi muda lokal dan warga Malaysia yang berasal dari Jawa,” harapnya.
Untuk diketahui, program ini diinisiasi oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Unesa, bekerjasama dengan KJRI Johor Baru, dan Atdikbud, serta KBRI Kuala Lumpur Malaysia.
Pelatihan bahasa dan budaya Jawa pertama bagi penutur asing ini diresmikan Konjen RI Johor Bahru yang mewakili Duta Besar RI Kuala Lumpur di Keraton Mbah Anang, pada 21 Mei 2024 lalu. [ipl/but]






