Aplikasi yang akan digunakan ini berbeda dari aplikasi Siap yang dijalankan oleh PSSI. Aplikasi Deltras FA dirancang agar bisa diakses tidak hanya oleh pelatih dan akademi, tetapi juga oleh orang tua dan siswa. Dengan aplikasi ini, mereka dapat memantau performa pemain selama bersekolah di akademi di bawah asuhan Fakhri Husaini.
“Kami sudah mulai menjajaki kerja sama dengan penyedia aplikasi yang mampu menggambarkan performa pemain selama di akademi,” ungkap Amir pada Rabu (29/5/2024).
Amir, yang juga Wakil Ketua PSSI Jawa Timur, menjelaskan bahwa aplikasi ini akan sangat membantu siswa akademi dan orang tua mereka. Mengingat biaya sekolah di Deltras Akademi tidak murah, adanya fasilitas penunjang seperti ini menjadi penting.
“Dengan aplikasi ini, orang tua dan siswa bisa langsung melihat dan mengukur kualitas mereka, mulai dari kondisi kesehatan hingga kemampuan teknik, serta top performa selama berada di akademi. Selain itu, evaluasi dari pelatih juga akan disertakan dalam rapor pemain,” jelas Amir.
Aplikasi ini akan memberikan pandangan yang jelas tentang progres siswa dalam akademi, baik dalam belajar sepak bola, mengikuti kompetisi Suratin, maupun kompetisi pra-musim yang sering diselenggarakan oleh pelatih. “Dengan aplikasi ini, para siswa bisa mengukur kualitas mereka sendiri, mengetahui apa yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki,” tambahnya.
Penggunaan aplikasi ini direncanakan akan resmi diperkenalkan pada pembukaan tahun ajaran baru di pertengahan tahun 2024. Diharapkan, sistem ini akan memberikan dampak positif bagi para pemain Akademi Deltras, terutama untuk kelompok usia 12 hingga 18 tahun. (way/kun)