Sumenep (beritajatim.com) – Mantan Ketua DPD Nasdem Sumenep, Abdul Aziz Salim Syabibi mendaftar sebagai bakal calon bupati (cabup) di dua partai politik sekaligus, yakni Partai NasDem dan Partai Demokrat.
“Saya mendaftar sebagai bakal calon bupati, karena ingin memperjuangkan percepatan pembangunan wilayah kepulauan Sumenep,” kata Azis Salim Syabibi, Minggu (26/05/2024).
Menurut pria kelahiran Pulau Kangean ini, masih banyak hal yang harus dikerjakan agar pembangunan di kepulauan bisa setara dengan pembangunan di daratan.
“Pembangunan di wilayah kepulauan harus bisa lebih cepat, baik dari infrastrukturnya, kemudian dari sisi pelayanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan. Ini perlu jadi perhatian, demi peningkatan perekonomian,” ujarnya.
Kabupaten Sumenep terdiri atas 27 kecamatan. 9 diantaranya merupakan kecamatan kepulauan.
“Pemerataan pembangunan di wilayah daratan dan kepulauan merupakan sebuah keniscayaan, demi Sumenep yang berkeadilan untuk kesejahteraan bersama. Ini jadi salah satu alasan saya sebagai putra asli kepulauan, mendaftar sebagai bakal calon bupati,” tandas Azis.
Di Sumenep, telah ada lima partai politik yang membuka pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati untuk Pilkada Sumenep 2024, yakni PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai NasDem, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Berdasarkan hasil Pileg 2024 yang telah ditetapkan KPU, untuk Sumenep hanya ada dua parpol yang bisa mengusung kandidat pilkada sendiri atau tanpa koalisi, yakni PDI Perjuangan dengan 11 kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 10 kursi di DPRD Sumenep. Sementara Partai Demokrat mendapat tujuh kursi, dan Partai NasDem lima kursi.
Sesuai tahapan Pilkada Serentak 2024 yang ditetapkan KPU RI, untuk pendaftaran pasangan calon (paslon) dari partai politik (parpol) dijadwalkan pada 27-29 Agustus. Sedangkan hari “H” Pilkada jatuh pada 27 November 2024. [tem/but]






