Surabaya (beritajatim.com) – CEO Deltras FC, Amir Burhannudin memastikan jika permasalahan sanksi yang dikeluarkan FIFA bukan menjadi masalah serius.
Manajemen berkeyakinan berkeyakinan tidak ada problem pelik yang berkaitan transfer pemain untuk musim depan seperti yang digembar-gemborkan pada pernyataan FIFA saat ini.
“Aman saja. Hanya masalah administrasi saja, tidak ada masalah, baik-baik saja,” ucap Amir.
Dia menambahkan, meski Deltras FC masuk dalam sepuluh tim tersebut, bukan berarti The Lobster mendapat sanksi begitu saja. Sebab, semua itu dapat diselesaikan dengan melengkapi dokumen atau berkas yang diminta FIFA.
“Tidak semua yang tertera dalam sistem banned itu bermasalah, bisa jadi tapi kami pegang semua dokumen pemberesan, tinggal konfirmasi saja,” terangnya.
Dia juga menegaskan bahwa tim kebanggaan Sidoarjo itu tidak ada masalah penunggakan gaji pada para pemain. Semuanya sesuai dengan yang tertera di kontrak.
“Yang pasti tidak ada tunggakan gaji sama sekali. Sejak kami tahu ada ancaman sanksi, kami sudah berkoordinasi dengan PSSI dan selanjutnya akan mengirim surat ke FIFA,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, usai mendapat lisencing beberapa waktu lalu, AFC merilis jika tim liga 2 asal Sidoarjo ini menjadi salah satu tim yang ikut disanksi seperti 10 tim lainnya. Manajemen Deltras FC Sidoarjo memberikan pernyataan resmi sepuluh klub tersebut masuk dalam daftar hitam (registration ban) FIFA.
Deltras Sidoardjo pun bergabung dengan sembilan klub Liga Indonesia lainnya seperti Persiwa Wamena, Persija Jakarta, Persikab, Persikabo 1973, Persiraja Banda Aceh, Barito Putera, PSM Makassar, PSS Sleman, dan Sada Sumut FC. (way/ian)






