Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya maksimal mempromosikan potensi wisatanya. Salah satunya adalah dengan menggelar pagelaran kolaborasi Kresnayana yang berlangsung di UPT Taman Budaya Cak Durasim Surabaya.
Pagelaran ini pun diharapkan bisa mempromosikan wisata Kabupaten Blitar di mata Jawa Timur.
Kegiatan tersebut juga terasa istimewa karena turut memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-46 UPT Taman Budaya Gedung Cak Durasim.
Bupati Blitar Rini Syarifah menyampaikan ucapan Ulang Tahun ke-46 bagi UPT Taman Budaya Gedung Cak Durasim. Rasa terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur karena telah memberi ruang bagi para pelaku UMKM dan seniman Kabupaten Blitar untuk unjuk karyanya melalui Sendratari Kresnayana, dimana pada pagelaran tersebut mengambil lakon Suryaning Jagad atau penerang dunia.
Menurut Bupati Blitar, hal ini merupakan bentuk sifat adil dan bijaksana yang melekat pada Sri Kresna sebagai Awarta Wisnu sang penerang dunia, walaupun masih ada saja api yang ingin membakar kedamaian, dengan kesombongan, keserakahan, dan ambisi. Namun Kresna akan tetap menjadi pelindung kedamaian dengan perisai tajam Cakra Sudarsana.
Untuk itu, BUpati perempuan pertama di Kabupaten Blitar ini mengajak seluruh penonton bisa meneladani sikap dan sifat Sang Kresna dengan terus berbenah diri, supaya menjadi pribadi yang rendah hati, bijak serta memiliki rasa welas asih kepada sesama.
“Jadi hari ini, meski berada di Surabaya, serasa sehari di Kabupaten Blitar. Karena mulai pintu masuk sampai di dalam gedung ini, kita disuguhkan karya-karya terbaik dari UMKM maupun seni tari dari Kabupaten Blitar. Semoga hal ini berkenan di hati seluruh yang hadir pada kegiatan ini, “ ungkap Bupati Blitar.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga berharap, ke depan kegiatan serupa juga bisa dilaksanakan secara kontinu karena sekali lagi ini sebagai ajang promosi budaya dan potensi daerah.
Mak Rini sapaan akrabnya juga berpesan bagi yang belum pernah Ke Kabupaten Blitar, untuk bisa keliling Kabupaten Blitar yang akrab disebut dengan Land Of Kings (tanah para raja). Karena potensinya luar biasa, mulai potensi wisata, pertanian, perkebunan, peternakan dan potensi unggulan lainnya.
“Sekali lagi saya berharap semoga kolaborasi dan kerjasama seni budaya ini dapat menjadi jaringan promosi wisata antar daerah, menginspirasi, mengedukasi sekaligus menghibur kita semua, “ tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar atas kontribusinya dalam melestarikan seni dan budaya. Ditegaskan pula bahwa, Gedung Cak Durasim bertujuan sebagai ajang ekspresi dan apresiasi kepada para seniman Jawa Timur untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan Jawa Timur yang sarat dengan nilai dan pesan moral kebaikan.
Kadisbudpar Jatim Evi Afianasari ini berharap pagelaran yang menyasar anak muda dapat mengenalkan sejarah kepada mereka.
“Kita memang memilih sebuah penampilan yang sudah dikurasi oleh teman-teman Taman Budaya. Hasilnya yang dipilih adalah pertunjukan seni tari gerak dan lagu Kresnayana. Harapan saya pertunjukkan ini benar-benar membangkitkan gairah keingintahuan mereka. Anak muda adalah kekuatan Indonesia, jadi jangan sampai kekuatan Indonesia ini lupa dengan sejarahnya,” tutur Evi.
Di tempat yang sama, Kadisbudpar Blitar Suhendro Winarso mengatakan Opera Wayang Kresnayana merupakan pagelaran sendratari yang mengangkat ketokohan Sri Kresna dalam membawa pesan perdamaian dunia. Kisah Kresnayana ini juga dapat kita jumpai pada relief Candi Penataran yang ada di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Usai acara, Ketua Dekranasda Kabupaten Blitar, H.Zaenal Arifin menyampaikan sangat mendukung kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM Kabupaten Blitar untuk memasarkan hasil karyanya. Dengan harapan, event serupa bisa kembali digelar dan kembali menggandeng UMKM.
Kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat dan Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar tersebut juga dihadiri para konsul negara asing seperti Jepang, Australia juga para akademisi, mahasiswa dan seniman Jawa Timur. [owi/aje]






