Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Basket U18 putri rencananya 2 kali ujicoba di Jakarta, hal ini merupakan program Persiapan Timnas Basket U-18 Putri menatap SEABA U-18 Women’s.
Menurut General Manager Timnas Basket U-18 Putri Dedy Setiawan, selama di Jakarta para pemain akan berlatih dua kali dalam sehari. Pagi dan malam hari.
Setiap sesi latihan, berlangsung dua jam. Pagi biasa diisi latihan ke gym untuk penguatan fisik dan untuk malam harinya untuk mengasah strategi bermain.
“Sepekan terakhir sebelum terbang ke Bangkok kami manfaatkan untuk memantapkan sistem dengan melakukan beberapa scrimage,” ungkap Dedy.
Scrimmage game, lanjut Dedy, untuk melihat progres pemain. Telah diagendakan dua kali pertandingan uji coba.
Keduanya tim putri. Salah satunya dari Universitas Budi Luhur.
“Uji coba minimal dua kali. Itu rencana kami. Semoga terealisasi,” jelas Dedy.
“Tidak ada alasan khusus mengenai pemilihan tim lawan dalam scrimmage game. Lebih karena kami ingin melawan sesama tim putri karena selama di Bali, timnas beruji coba tiga kali melawan tim putra,” terang pemilik Merpati Bali ini.
Dikatakan Dedy, training camp di Jakarta ini Timnas Basket U-18 Putri berkekuatan 12 pemain. Mereka merupakan pemain perasan dari awal seleksi pada 22-24 Maret 2024 di Bali.
Saat itu, seleksi diikuti 57 pemain putri. Kemudian dari jumlah ini dikerucutkan menjadi 18 pemain dan langsung jalani training camp (TC) tahap pertama di Bali.
Mereka berlatih hingga jelang Lebaran Idul Fitri 1445 H, tepatnya 7 April 2024. Setelah libur Lebaran kembali berlatih di Bali mulai 29 April dengan 14 pemain dan sejak 15 Mei 2024 mereka berlatih di Jakarta dengan 12 pemain hingga tanggal pemberangkatan pada 22 Mei 2024.
“Ini sudah persiapan fase akhir, karena itu sudah tidak banyak pemain yang ikut latihan. Pemain yang ada di sini lebih karena pertimbangan komposisi saja dan mereka yang sudah siap tarung,” jelas Dedy.
Menurut Dedy, sebelum waktu keberangkatan ke Bangkok, komposisi pemain masih ada potensi pergantian.
“Tentu masih terbuka untuk pergantian pemain jika ada di antara mereka mengalami masalah kebugaran dan kesehatan. Jika potensi itu ada, kami tak akan jauh-jauh cari penggantinya dari pemain yang sebelumnya ikut seleksi,” ujar pria asal Pulau Dewata ini.
Namun demikian, Dedy menegaskan bahwa para pemain saat ini dalam kondisi fit. Mereka tidak ada yang bermasalah dengan kebugaran meski sebelum bertolak ke Jakarta sempat ada yang mengeluh alami cedera ringan.
“Memang ada beberapa pemain cedera, tapi semua sudah dalam kondisi 80% pemulihannya. Kami mohon doa dan restu kepada seluruh masyarakat Indonesia agar persiapan akhir ini berjalan lancar dan timnas bisa berjuang untuk Indonesia di SEABA U-18 Women’s nanti,” jelas Dedy.
Bagi Indonesia, SEABA U-18 Women’s ini merupakan tahapan menuju FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2024. Tahun ini, FIBA U-18 Women’s akan berlangsung di Senzhen, China, pada 24-30 Juni 2024.
Indonesia sendiri sudah dipastikan menjadi kontestan FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2024. Di ajang ini, Indonesia berada di grup B bersama Jepang, Selandia Baru, dan tuan rumah China.
“Jadi target kami di SEABA U-18 Women’s ini untuk mematangkan permainan tim sebelum tampil di FIBA U-18 Women’s Asia Cup. Melihat pentingnya tahapan ini, kami berharap para pemain berikan yang terbaik karena dari ajang ini akan menjadi evaluasi agar lebih kuat di Piala Asia nanti karena persaingan di Asia tentu akan lebih ketat,” tutup Dedy. [way/aje]






