Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) memamerkan karya tugas akhir mahasiswa Visual Communication Design (VCD) di Mal Ciputra World Surabaya. Pameran ini berkonsep Perpetual dan Tale (Perpetale).
Dosen VCD UC Surabaya Evan Raditya Pratomo mengatakan bahwa pameran ini digelar dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh setiap 17 Mei. Filosofinya, pameran ini memiliki arti kisah yang abadi.
“Buku ini kan sumber ilmu, data dan informasi. Kami ingin anak-anak ketika mencari referensi tidak hanya mengandalkan internet, dan penting bagi kita mengedukasi tentang keabsahan sumber yang mereka cari, salah satunya lewat buku,” kata Evan, ditulis Sabtu (18/5/2024).
Evan mengungkapkan, saat ini banyak mahasiswa memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari. Dimana cara kerja AI sendiri menurutnya menggunakan data base.
“Kalau AI bisa seperti itu, kenapa anak-anak sekarang kok tidak bisa. Jadi kita mengangkat kembali isu awarness di era digital saat ini masih sangat penting keabsahan sebuah informasi lewat buku,” urainya.
Dalam pameran ini, hampir 50 persen karya tugas akhir yang dipamerkan merupakan buku fiksi dan non-fiksi, mencerminkan kekuatan narasi dan kisah abadi dalam dunia desain komunikasi visual.
Pameran ini menjadi ajang bagi para mahasiswa VCD untuk memamerkan karya terbaik mereka, termasuk peluncuran buku-buku karya mahasiswa dan dosen VCD yang didukung oleh Library UC.
Total ada sekitar 15 buku karya mahasiswa yang juga diluncurkan. Misalnya buku Otto Mengenal Emosi, buku bergambar sebagai sarana pengenalan emosi untuk anak dengan ADHD.
Selain itu ada pula, Narendra Dawn of the Shattered World merupakan novel yang mengadaptasi kisah pewayangan dengan tokoh utama Narendra dalam perjalanannya bersama ke-empat saudaranya untuk mendapatkan berkat dari Batara guna menghilangkan kutukan yang dimiliki oleh Ibu mereka.
“Harapannya anak-anak bisa menggunakan AI tapi mereka bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka buat. Karena kami ingin AI ini sebagai sebuah sistem mahasiswa untuk berkarya,” pungkasnya. [ipl/kun]






