Pasuruan (beritajatim.com) – Sebanyak 70 persen dari 120 PPK yang baru dilantik merupakan wajah lama yang telah telah terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Diharapkan mereka dapat lebih meningkatkan kinerja dan meminimalisir kesalahan.
Sementara 30 persen sisanya merupakan PPK baru yang perlu beradaptasi dengan cepat karena tahapan Pilkada terus berjalan.
Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Zainul Faizin, mengingatkan para PPK untuk disiplin dan tepat waktu. Hal ini penting mengingat tahapan Pilkada memiliki konsekuensi hukum yang tegas.
“Jangan pernah sepelekan waktu, apalagi ketika sudah menyangkut tahapan penyelenggaraan,” tegas Faizin.
Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Jawa Timur, Insan Qoriawan, menekankan pentingnya integritas penyelenggara, terutama di tingkat kecamatan.
“PPK menjadi ujung tombak untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi KPU,” ujarnya.
Ia mengingatkan para PPK untuk menghindari kecurangan seperti pergeseran suara, penggelembungan suara, dan bentuk kecurangan lainnya.
Insan Qoriawan juga mengingatkan kasus 13 PPK di Pasuruan pada Pemilu 2014 yang terlibat kecurangan.
“Biarlah kejadian 13 PPK itu jadi catatan sejarah, jangan sampai terjadi kembali hanya karena nilai rupiah yang tidak seberapa,” pesannya.
Masyarakat Pasuruan menaruh harapan besar kepada PPK yang baru dilantik untuk melaksanakan Pilkada 2024 dengan penuh integritas dan transparansi.
Para PPK dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti polarisasi politik yang tinggi dan potensi kecurangan. Namun, dengan komitmen dan kerja keras, diharapkan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. [ada/beq]






